Monday, July 27, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Indonesia Perkuat Kerja Sama Pendidikan dengan Tailan dan Singapura

Mistar.idSenin, 27 Juli 2026 pukul 11.23 WIB
indonesia_perkuat_kerja_sama_pendidikan_dengan_tailan_dan_singapura

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Indonesia memperkuat kerja sama dengan Tailan dan Singapura dalam hal pendidikan, Senin (27/7/2026).

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyebutkan kerja sama berbentuk pertukaran murid dan guru hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI).

Kesepakatan tersebut dibahas Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dalam rangkaian pertemuan bilateral di sela-sela 14th ASEAN Education Ministers Meeting (ASED) di Singapura pada Rabu (22/7/2026).

"Kami bertemu Menteri Pendidikan Tailan untuk membahas kerja sama antara Indonesia dengan Tailan yang memang sudah sekian lama perjanjian itu berakhir masa berlakunya, walaupun program kerja sama tetap aktif berjalan. Tadi disepakati untuk bulan depan akan ada penandatanganan kerja sama untuk memperkuat program pertukaran guru, pertukaran murid juga tentang pembelajaran AI, hingga pelatihan mengenai AI," ujar Mu'ti, Minggu (26/7/2026), dilansir dari detikEdu.

Menteri Pendidikan Thailand Prasert Jantararuangtong menyambut kerja sama Indonesia dan Thailand ini. Menurutnya, kerja sama ini akan memperluas ruang tumbuh murid dan guru.

"Kami percaya bahwa Kesepakatan Bersama (MoU) ini menjadi langkah penting. Kami tidak hanya dapat saling bertukar pengetahuan akademis di berbagai jenjang pendidikan hingga vokasi, tetapi juga terkait pengakuan kualifikasi, penelitian, dan penyediaan beasiswa bersama tetangga kami di ASEAN, Indonesia," kata Prasert Jantararuangtong.

Teknologi Bantu Kesenjangan di RI

Mendikdasmen juga menyebut kerja sama dalam pemanfaatan teknologi ini bertujuan mengurangi kesenjangan layanan pendidikan di daerah Indonesia. Terutama dalam menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Kita bisa menggunakan teknologi untuk memiliki akses ke internet, kita bisa menggunakan teknologi termasuk AI, sebagai bagian dari strategi untuk menghilangkan kesenjangan antara pelajar yang tinggal di kota di Indonesia, dan pelajar yang tinggal di pelosok negeri," ujar Mu'ti.

Mu'ti menegaskan, teknologi dan AI pemanfaatannya harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kreatif. Sehingga AI tidak sepenuhnya menggantikan peran manusia.

"Kadang-kadang, AI bisa membantu mereka, untuk memiliki narasi atau deskripsi, tetapi, jika berpikir refleksif, dan berpikir kritis, itu tidak banyak," tegasnya.

Mendikdasmen Soroti AI dalam Pendidikan

Sepanjang pertemuan, Mu'ti dan menteri lain banyak membahas AI. Menurut Mu'ti, negara-negara ASEAN sepakat memperkuat pemerataan pendidikan, pendidikan inklusif, transformasi digital, hingga pemanfaatan AI di sektor pendidikan.

"Negara-negara ASEAN telah menyepakati berbagai isu pendidikan, termasuk pendidikan inklusif, pemerataan pendidikan, AI, dan juga beberapa program yang telah disepakati dalam pertemuan berikutnya," ujarnya.

Dalam forum tersebut, Indonesia juga mendorong penguatan pembelajaran AI dan koding di sekolah. Saat ini, kedua mata pelajaran tersebut telah diterapkan sebagai mata pelajaran pilihan mulai kelas 5 SD.

"AI dan koding sudah menjadi mata pelajaran pilihan di Indonesia mulai kelas lima SD. Ke depan, ketika sumber daya manusia dan sarana prasarana sudah siap, AI akan kami jadikan sebagai mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah Indonesia," kata Mu'ti.

RI-Singapura Bahas Masa Depan Sekolah Indonesia Singapura

Dalam pertemuan terpisah, Mendikdasmen juga bertemu Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee. Keduanya membahas pemanfaatan AI dalam pendidikan.

Mu'ti juga turut membahas pembaruan MoU yang terakhir ditandatangani pada 2017. Ia memastikan keberlanjutan Sekolah Indonesia Singapura (SIS).

"Kita bisa menggunakan teknologi untuk memiliki akses ke internet, kita bisa menggunakan teknologi termasuk AI, sebagai bagian dari strategi untuk menghilangkan kesenjangan antara pelajar yang tinggal di kota di Indonesia, dan pelajar yang tinggal di pelosok negeri," katanya.

Desmond Lee menyatakan MoU Indonesia-Singapura perlu diperbarui agar lebih relevan dengan perkembangan teknologi dan tantangan global menjelang 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2027. (Detik)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN