Sunday, June 28, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Hampir Setahun Berjalan, Perilaku dan Disiplin Siswa SRMP 2 Medan Dinilai Semakin Membaik

Mistar.idSelasa, 12 Mei 2026 pukul 12.25 WIB
hampir_setahun_berjalan_perilaku_dan_disiplin_siswa_srmp_2_medan_dinilai_semakin_membaik

Siswa SRMP 2 Medan sedang belajar di ruang kelas. (Foto: Susan/Mistar)

news_banner

Menurut dia, respons masyarakat terhadap keberadaan SR sejauh ini juga cukup positif. Bahkan, sejumlah warga mulai datang menanyakan cara pendaftaran anak ke sekolah tersebut.

Dari yang awalnya berjumlah 100 siswa, saat ini jumlah siswa di SRMP 2 Medan tercatat sebanyak 98 orang setelah dua siswa mengundurkan diri. Dari total tersebut, 54 siswa merupakan laki-laki dan 44 siswa perempuan.

Khairul menilai kebutuhan terbesar para siswa bukan hanya fasilitas pendidikan, melainkan perhatian khusus terhadap kondisi psikologis dan kesehatan mereka.

“Sebenarnya yang paling dibutuhkan siswa itu perhatian. Ketika dia buat masalah, berarti ada sesuatu yang perlu kita perhatikan,” katanya.

Ia mengungkapkan terdapat sejumlah siswa yang membutuhkan penanganan khusus, termasuk yang memiliki ketergantungan obat karena penyakit epilepsi.

“Kalau tidak mengonsumsi obat, ketika diganggu temannya dia bisa melakukan tindakan kekerasan,” ujarnya.

Menurut Khairul, sekolah masih menghadapi keterbatasan fasilitas untuk menangani siswa dengan kebutuhan khusus tersebut. Saat ini penanganan baru didukung layanan poliklinik dan tim medis yang tersedia di Sentra Bahagia Medan.

Dari sisi sarana pendidikan, ia memastikan kebutuhan belajar siswa relatif terpenuhi. Bahkan, sekolah mendapat dukungan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia berupa 1.000 buku, fasilitas anjungan perpustakaan, hingga pelatihan tenaga perpustakaan.

“Ini kita sudah masuk pelatihan tahap kedua kemarin itu. Jadi memang negara sudah mempersiapkan sedemikian rupa untuk sekolah rakyat. Hanya saja memang untuk orientasi di lapangannya kita butuh penyesuaian-penyesuaian,” katanya lagi.

Sementara itu, kebutuhan tenaga pengajar, khususnya guru agama Islam dan Kristen, masih dalam proses pemenuhan. Saat ini sekolah memiliki 11 guru, 22 wali asuh, dan 10 wali asrama. (hm25)

Halaman:


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN