Hampir Setahun Berjalan, Perilaku dan Disiplin Siswa SRMP 2 Medan Dinilai Semakin Membaik

Siswa SRMP 2 Medan sedang belajar di ruang kelas. (Foto: Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Program Sekolah Rakyat (SR) sudah berjalan hampir satu tahun sejak diresmikan pemerintah pada Juli 2025 lalu. Anak-anak yang disasar merupakan mereka yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, terutama kelompok desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Salah satu SR yang berdiri di Sumatera Utara adalah Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan yang beralamat di Jalan Willem Iskandar, Kecamatan Medan Tembung, satu lingkungan dengan Sentra Bahagia Medan.
Pembantu Kepala Sekolah (PKS) SRMP 2 Medan, Khairul Hasyim Haloho, menyebut perkembangan para siswa selama hampir satu tahun terakhir menunjukkan perubahan positif, terutama dari sisi perilaku dan kedisiplinan.
“Dari awal kita terima sampai hari ini, perkembangannya cukup baik. Anak-anak yang dulu kalau diajak ngobrol lalu hilang setelah kita menoleh beberapa detik, sekarang sudah mulai nurut dan patuh,” ujarnya kepada Mistar, Selasa (12/5/2026).
Menurut Khairul, meski masih ada sejumlah siswa yang membandel, perilaku mereka dinilai jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Ia mengatakan perubahan juga terlihat dari dukungan lingkungan sekitar terhadap keberadaan SR.
“Sentra juga mendukung penuh kegiatan sekolah rakyat, termasuk fasilitas aula yang jadwalnya digeser untuk kebutuhan sekolah rakyat,” katanya.
Ia mengakui tantangan pembinaan siswa masih terus ada karena pengaruh lingkungan asal siswa kerap terbawa kembali ke sekolah setelah mereka pulang ke rumah saat libur.
“Setelah mereka pulang, aktivitas di rumah terbawa lagi ke sekolah sehingga mempengaruhi teman-teman yang lain di asrama maupun di sekolah,” ucapnya.
Meski demikian, Khairul mengatakan sejumlah siswa kini mulai menunjukkan prestasi yang membanggakan orang tua mereka dan menjadi contoh bagi teman-temannya.
“Beberapa anak sudah jauh berubah. Ada yang sekarang prestasinya dibanggakan orang tuanya, jadi penyemangat bagi teman-teman yang lain,” katanya.
Perubahan perilaku siswa, lanjut dia, juga diakui langsung oleh para orang tua ketika berkunjung ke sekolah.
“Orang tua bilang sekarang anaknya sudah rajin salat, tidak keluyuran lagi, dan sudah membantu orang tua di rumah,” tuturnya.
Khairul mengatakan pihak sekolah terus berupaya memastikan pengaruh negatif dari luar tidak terbawa ke lingkungan sekolah dengan menerapkan aturan disiplin yang ketat.
“Kita usahakan yang di luar itu tidak terbawa terus ke sekolah karena sekolah punya aturan yang ketat supaya perilaku anak lebih baik dan tidak menyimpang lagi,” katanya.






















