Sunday, November 1, 2026
home_banner_first
OPINI

Revitalisasi Trotoar Tanpa Inovasi PAD: Jangan Sekadar Mempercantik Wajah Kota Pematangsiantar

Mistar.idMinggu, 1 November 2026 pukul 11.57 WIB
revitalisasi_trotoar_tanpa_inovasi_pad_jangan_sekadar_mempercantik_wajah_kota_pematangsiantar

Kondisi trotoar di kawasan pertokoan Jalan Merdeka Kota Pematangsiantar. Sepeda motor yang parkir di atas trotoar menghalangi ruang pejalan kaki dan jalur pemandu bagi penyandang disabilitas. (Foto: Istimewa)

Oleh: Dr. Toga Sehat Sihite, MM

Penataan Jalan Sutomo dan Jalan Merdeka Harus Terintegrasi dengan Parkir, Penurunan Kabel Udara, dan Peningkatan Pendapatan Asli Daerah.

Revitalisasi trotoar di kawasan Jalan Sutomo dan Jalan Merdeka Kota Pematangsiantar seharusnya menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota untuk membangun wajah kota yang lebih tertib, modern, nyaman, dan memiliki nilai ekonomi. Namun, pembangunan trotoar tidak boleh berhenti pada penggantian keramik, pemasangan batu alam, atau sekadar mempercantik sisi jalan. Revitalisasi harus dipandang sebagai bagian dari penataan kawasan perkotaan secara menyeluruh yang memberikan manfaat nyata bagi pejalan kaki, pelaku usaha, pengguna kendaraan, serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Persoalan yang terlihat di sejumlah titik kawasan perdagangan Pematangsiantar adalah belum terintegrasinya fungsi trotoar dengan kebutuhan parkir kendaraan. Sepeda motor yang seharusnya ditempatkan pada area parkir justru memenuhi badan trotoar, bahkan menghalangi jalur bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas.

Kondisi tersebut dapat dilihat dari dokumentasi di kawasan pertokoan Jalan Sutomo dan Jalan Merdeka. Sepeda motor terparkir di atas area trotoar, termasuk menghalangi jalur pemandu berwarna kuning yang semestinya menjadi fasilitas bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra. Akibatnya, fasilitas pedestrian yang dibangun dengan anggaran pemerintah tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Trotoar Harus Berfungsi untuk Pejalan Kaki, Bukan Tempat Parkir

Pemerintah Kota Pematangsiantar perlu mempertimbangkan pendekatan desain yang lebih inovatif. Salah satu gagasan yang dapat dikaji adalah memajukan atau menggeser batas trotoar sekitar satu meter ke arah badan jalan utama pada titik-titik yang memungkinkan secara teknis.

Penataan tersebut dimaksudkan untuk menciptakan ruang parkir sepeda motor yang tersusun rapi di sisi kawasan pertokoan, tanpa mengambil hak pejalan kaki. Dengan desain yang tepat, area parkir dapat dibuat dalam pola parkir yang teratur, sementara jalur pedestrian tetap memiliki ruang yang aman, nyaman, dan tidak terhalang kendaraan.

Tentu, gagasan ini harus didahului kajian teknis mengenai lebar jalan, kapasitas lalu lintas, drainase, keselamatan, dan standar aksesibilitas. Prinsip utamanya adalah jangan sampai solusi parkir justru mengurangi keselamatan pengguna jalan atau mengorbankan hak pejalan kaki.

Kota yang baik bukan kota yang hanya memiliki trotoar bagus secara visual, melainkan kota yang mampu memastikan trotoar tersebut benar-benar digunakan sesuai fungsinya.

Revitalisasi Harus Terintegrasi dengan Penurunan Kabel Udara

Persoalan lain yang seharusnya menjadi perhatian dalam revitalisasi kawasan Jalan Sutomo dan Jalan Merdeka adalah keberadaan kabel-kabel udara yang melintas dan saling bertumpuk di sepanjang koridor pertokoan. Pemandangan kabel yang semrawut mengurangi estetika kota dan memberikan kesan bahwa pembangunan infrastruktur belum direncanakan secara terintegrasi. Sangat disayangkan apabila pemerintah mengalokasikan anggaran untuk mempercantik trotoar, tetapi kabel-kabel udara tetap dibiarkan menggantung dan mengganggu wajah kawasan perkotaan.

Karena itu, Pemerintah Kota Pematangsiantar perlu menginisiasi program penurunan kabel udara ke bawah tanah melalui koordinasi dengan PLN, perusahaan telekomunikasi, penyedia jaringan internet, dan pemilik utilitas lainnya.

Penurunan kabel sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pekerjaan revitalisasi trotoar, bukan setelah seluruh pekerjaan selesai. Langkah ini akan lebih efisien dari sisi pembiayaan, mengurangi risiko pembongkaran ulang trotoar, serta menghasilkan kawasan perkotaan yang lebih tertata.

Prioritas Penataan Jalan Merdeka dan Jalan Sutomo

Agar pelaksanaan revitalisasi lebih terarah, Pemerintah Kota Pematangsiantar perlu menetapkan prioritas penataan berdasarkan koridor jalan dan sisi jalan yang menjadi sasaran pekerjaan.

Pertama, Jalan Merdeka, dengan prioritas penataan trotoar pada sisi kiri jalan, mulai dari kawasan Lapangan Adam Malik menuju arah Suzuya. Koridor ini merupakan salah satu kawasan strategis aktivitas perdagangan dan pergerakan masyarakat. Penataan perlu memperhatikan kesinambungan jalur pedestrian, ruang parkir sepeda motor, akses pertokoan, dan estetika kawasan.

Kedua, Jalan Sutomo, dengan prioritas penataan pada sisi kanan jalan, mulai dari kawasan Ramayana menuju arah Polres. Kawasan ini juga merupakan pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan yang membutuhkan pengaturan pedestrian dan parkir secara lebih tertib.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN