Sunday, November 1, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Bantuan Tak Kunjung Tiba, Korban Puting Beliung di Negara Beringin Terpaksa Berutang Perbaiki Rumah

Mistar.idMinggu, 1 November 2026 pukul 13.19 WIB
bantuan_tak_kunjung_tiba_korban_puting_beliung_di_negara_beringin_terpaksa_berutang_perbaiki_rumah

Adil Simarmata memperbaiki sendiri rumahnya yang rusak akibat diterjang puting beliung. (foto: Handover/Mistar)

Deli Serdang, MISTAR.ID - Lima bulan setelah angin puting beliung menerjang Desa Negara Beringin, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, bantuan perbaikan rumah bagi warga terdampak belum juga terealisasi.

Hingga Minggu (1/11/2026), sejumlah warga masih menunggu bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang. Bahkan, sebagian terpaksa memperbaiki rumah mereka dengan uang pinjaman karena tidak mungkin terus menunggu bantuan yang belum jelas kapan datangnya.

Kondisi ini memunculkan keluhan warga terhadap lambannya penanganan pascabencana, khususnya dalam pemulihan rumah yang rusak akibat terjangan angin puting beliung pada Juni 2026.

Warga menilai Pemkab Deli Serdang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) perlu mengevaluasi penyaluran bantuan agar masyarakat yang tertimpa bencana tidak harus menunggu berbulan-bulan untuk mendapatkan kepastian.

"Persoalan lambannya penyaluran bantuan korban bencana bukan hal baru. Di Desa Ujung Serdang, Kecamatan Tanjung Morawa, misalnya, bantuan dari Pemkab saat itu baru terealisasi setelah tujuh bulan. Persoalan ini juga sudah pernah dibawa dalam rapat agar penyaluran bantuan tidak memakan waktu terlalu lama. Namun, hasilnya belum terlihat nyata," ungkap Tarigan, warga setempat, Minggu (1/11/2026).

Menurutnya, masyarakat yang tertimpa bencana membutuhkan kehadiran pemerintah secara cepat, terutama untuk memenuhi kebutuhan mendesak setelah rumah mereka mengalami kerusakan.

"Ketika bencana terjadi, masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah secara cepat, bukan sekadar pembahasan dalam ruang rapat," tambah M Sembiring, warga lainnya.

Sementara itu, Adil Simarmata, salah seorang warga terdampak, mengaku terpaksa memperbaiki sendiri bagian atap rumahnya yang rusak akibat puting beliung. Untuk membeli material, ia harus meminjam uang kepada tetangganya.

"Sudah kami perbaiki sendiri atap seng rumah yang rusak akibat puting beliung. Tidak mungkin kami terus menunggu bantuan yang belum jelas kapan datangnya. Lebih baik berutang dulu. Untung masih ada tetangga yang mau memberi pinjaman," ujarnya kepada wartawan.

Adil mengakui Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan berupa popok bayi, matras, dan sejumlah paket sembako. Bantuan tersebut cukup membantu memenuhi kebutuhan sementara keluarganya.

Namun, material bangunan seperti seng dan kayu masih dibutuhkan agar rumah mereka kembali layak dan aman dihuni.

Selain bantuan dari Dinas Sosial, masing-masing dari tiga warga terdampak juga disebut menerima bantuan uang tunai sebesar Rp300.000. Bantuan tersebut berasal dari inisiatif Pemerintah Desa Negara Beringin yang menghimpun dana dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah setempat.

Meski demikian, warga masih mempertanyakan tindak lanjut Pemkab Deli Serdang melalui BPBD terkait bantuan perbaikan rumah. Pasalnya, sudah lima bulan berlalu sejak bencana terjadi, tetapi bantuan yang diharapkan belum juga terealisasi.

Warga berharap pemerintah daerah tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga memastikan proses pemulihan masyarakat terdampak berjalan hingga tuntas.

"Jangan sampai masyarakat hanya menjadi perhatian ketika bencana terjadi dan pemberitaan ramai. Setelah sorotan mereda, nasib korban justru ikut terlupakan," ungkap Tarigan.

Sebelumnya, angin puting beliung menerjang Desa Negara Beringin, Kecamatan STM Hilir, pada Selasa (16/6/2026). Berdasarkan data BPBD Deli Serdang saat itu, sedikitnya tiga rumah warga mengalami kerusakan, masing-masing milik Petrus Panjaitan, David Parningotan Hotmarojahan Nababan, dan Adil Simarmata.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Deli Serdang, Mukti Ali Harahap, saat dikonfirmasi terkait belum terealisasinya bantuan perbaikan rumah tersebut mengatakan akan melakukan pengecekan.

"Akan kita cek dulu ya," jawabnya melalui sambungan telepon. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN