Monday, July 27, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Pramono Anung Buka Peluang Nobar Piala Dunia di Fasilitas Pemprov DKI, Asal Tak Ganggu Jam Kerja

Mistar.idJumat, 12 Juni 2026 pukul 10.20 WIB
pramono_anung_buka_peluang_nobar_piala_dunia_di_fasilitas_pemprov_dki_asal_tak_ganggu_jam_kerja

Pramono Anung (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membuka kemungkinan penyelenggaraan nonton bareng (nobar) Piala Dunia di sejumlah fasilitas milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut harus diatur dengan baik agar tidak mengganggu aktivitas kerja masyarakat maupun aparatur sipil negara (ASN).

Saat meninjau lahan eks BPSDM di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026), Pramono mengungkapkan bahwa sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD) dan organisasi perangkat daerah (OPD) telah mengajukan permohonan untuk menggelar siaran langsung pertandingan Piala Dunia.

Menurutnya, tantangan utama terletak pada jadwal pertandingan yang banyak berlangsung pada pagi hingga siang hari, bertepatan dengan jam kerja. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu produktivitas apabila tidak dikelola secara tepat.

Pramono menyebut sejumlah laga dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB. Karena itu, pemerintah perlu mempertimbangkan mekanisme yang memungkinkan masyarakat menikmati pertandingan tanpa mengesampingkan kewajiban pekerjaan.

Meski demikian, ia menegaskan pada dasarnya pemerintah daerah mendukung antusiasme publik terhadap ajang sepak bola terbesar di dunia itu. Kesempatan untuk menyaksikan pertandingan, baik bagi masyarakat umum maupun ASN, tetap akan dibuka selama pelaksanaannya tidak berdampak negatif terhadap pelayanan dan aktivitas kerja.

Selain aspek olahraga, Pramono menilai gelaran Piala Dunia kali ini memiliki daya tarik yang lebih luas karena berlangsung di tengah dinamika geopolitik global. Menurutnya, kondisi tersebut membuat perhatian publik terhadap turnamen semakin besar, tidak hanya dari sisi pertandingan di lapangan tetapi juga konteks internasional yang menyertainya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini tengah mengkaji berbagai opsi terkait penyelenggaraan nobar di fasilitas publik, dengan mempertimbangkan keseimbangan antara hiburan masyarakat dan kelancaran aktivitas kerja sehari-hari.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN