Friday, October 30, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Stadion Gelora Bung Karno Mulai Direnovasi, Timnas Indonesia Tak Bisa Bermain

Mistar.idJumat, 30 Oktober 2026 pukul 14.13 WIB
stadion_gelora_bung_karno_mulai_direnovasi_timnas_indonesia_tak_bisa_bermain

Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha PPKGBK, Mokhamad Rofik Anwar, saat menyampaikan keterangan. (foto: detik/mistar)

Jakarta, MISTAR.ID - Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, menjalani proyek revitalisasi dan penguatan struktur lapangan atau Field of Play (FOP) yang ditargetkan rampung pada akhir April 2027.

Selama proses pengerjaan berlangsung, lapangan stadion kebanggaan Indonesia tersebut tidak dapat digunakan untuk pertandingan sepak bola, termasuk agenda Timnas Indonesia pada FIFA Matchday.

Informasi itu disampaikan Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha PPKGBK, Mokhamad Rofik Anwar, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Rofik menjelaskan, kondisi dasar lapangan FOP GBK saat ini masih menggunakan lapisan batu dan kerikil. Sistem tersebut berbeda dengan sejumlah stadion modern yang telah menggunakan konstruksi dasar beton.

Kondisi itu dinilai memiliki keterbatasan dalam menahan beban panggung maupun peralatan produksi berukuran besar ketika stadion digunakan untuk kegiatan nonolahraga.

Jika beban yang diberikan melampaui kapasitas struktur lapangan, dampaknya berpotensi merusak lapisan bawah, mengganggu elevasi sistem drainase, hingga menimbulkan genangan air dan memengaruhi tingkat kerataan permukaan lapangan.

Karena itu, penguatan struktur FOP dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan stadion terhadap perkembangan penyelenggaraan berbagai kegiatan, baik olahraga maupun nonolahraga. Khusus sepak bola, kondisi lapangan yang presisi menjadi salah satu aspek penting.

Pengerjaan proyek tersebut dimulai, Jumat (30/10/2026). Tahap awal dilakukan dengan membongkar rumput lapangan untuk selanjutnya dilakukan pekerjaan pemancangan.

"Sejak 30 Oktober, rumputnya kita kupas untuk melakukan proyek pemancangan, sehingga kegiatan olahraganya tidak bisa digunakan. Namun, untuk kegiatan-kegiatan lain masih bisa digunakan," ujar Rofik.

Meski lapangan tidak dapat dipakai untuk pertandingan sepak bola, sejumlah agenda nonolahraga tetap dijadwalkan berlangsung di SUGBK.

Rofik menyebutkan, kegiatan Tiberias pada 5 Desember serta konser BTS pada 26, 27, dan 29 Desember tetap digelar dengan menggunakan pelindung permukaan lapangan atau grass cover.

Sementara itu, penanaman rumput baru direncanakan berlangsung pada akhir Januari 2027. Setelah proses tersebut, lapangan akan memasuki masa uji coba sebelum dinyatakan siap digunakan kembali.

"Jadi, rumputnya sudah baru karena kami sekalian merevitalisasi penggantian rumput. Untuk kegiatan sepak bola maupun kegiatan yang menggunakan FOP, kami harapkan akhir April sudah bisa dimulai lagi," jelasnya.

Direktur Utama PPGBK, Rakhmadi A. Kusumo, mengatakan Timnas Indonesia tetap menjadi prioritas dalam penggunaan stadion setelah revitalisasi selesai.

Namun, pihaknya belum dapat memastikan apakah pengerjaan bisa diselesaikan lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan.

Menurut Rakhmadi, kualitas dan kesiapan lapangan harus menjadi perhatian utama agar stadion benar-benar memenuhi standar yang dibutuhkan untuk pertandingan sepak bola.

"Kami khawatir kalau terlalu menjanjikan sekarang, sementara tim ingin presisi dan terbaik, jadi kami harus hati-hati. Makanya, baru bisa lihat mungkin di bulan satu atau bulan dua kepastiannya," kata Rakhmadi.

Ia kembali menegaskan bahwa Timnas Indonesia akan menjadi prioritas apabila kondisi lapangan sudah memungkinkan untuk digunakan sebelum target penyelesaian keseluruhan proyek.

"Tapi kami tetap prioritaskan ke Timnas dulu. Adapun kalau ternyata di lapangan bisa lebih baik, itu akan kami dedikasikan untuk Timnas dulu," ujarnya.

Rakhmadi menambahkan, proyek revitalisasi tersebut telah dikoordinasikan dengan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), serta PSSI.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN