Monday, July 20, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

SEA Games 2025: Kamboja Tarik Seluruh Atlet dari Thailand karena Situasi Keamanan

Mistar.idRabu, 10 Desember 2025 pukul 11.46 WIB
sea_games_2025_kamboja_tarik_seluruh_atlet_dari_thailand_karena_situasi_keamanan_

Defile kontingen Kamboja pada upacara pembukaan SEA Games 2025. (foto: AFP/Mistar)

news_banner

Bangkok, MISTAR.ID

Kamboja resmi menarik seluruh atletnya dari ajang SEA Games 2025 di Thailand dengan alasan keamanan, menyusul meningkatnya ketegangan dan konflik di wilayah perbatasan kedua negara.

Menurut laporan Channel News Asia, Kamboja awalnya memutuskan mundur dari delapan cabang olahraga. Namun, pada Rabu (10/12/2025), keputusan diperluas menjadi menarik seluruh kontingen.

“Dengan sangat berat hati saya informasikan bahwa, karena kekhawatiran serius serta permintaan keluarga para atlet agar mereka segera dipulangkan, NOCC harus menarik seluruh delegasi kami dan mengatur pemulangan mereka secepatnya demi alasan keamanan,” tulis Sekretaris Jenderal Komite SEA Games Kamboja 2025, HE Vath Chamroeun, dalam pernyataannya.

“Keputusan ini tidak diambil dengan mudah,” katanya.

Situasi memanas setelah Thailand melakukan serangan udara ke wilayah Kamboja, Senin (8/12/2025), dengan kedua negara saling menyalahkan atas pecahnya kembali bentrokan di perbatasan. Hingga Selasa, sedikitnya 10 warga sipil Kamboja dilaporkan tewas, sementara lebih dari 140.000 warga dari kedua negara terpaksa mengungsi.

Thailand dan Kamboja memiliki sejarah panjang sengketa terkait klaim wilayah di sepanjang perbatasan darat. Ketegangan meningkat pada Juli setelah seorang tentara Kamboja tewas dalam baku tembak singkat, yang memicu pertempuran selama lima hari.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya berhasil menengahi gencatan senjata yang menghentikan konflik. Pada Oktober, Trump kembali mendukung deklarasi bersama dan menyambut rencana kerja sama dagang baru setelah kedua negara menyetujui perpanjangan gencatan senjata.

Namun, Thailand menangguhkan perjanjian tersebut pada bulan berikutnya setelah masing-masing pihak kembali saling menuduh atas munculnya bentrokan baru. (hm24)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN