Thursday, July 9, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Sassuolo Tumbangkan Atalanta Meski 10 Pemain! Drama 2-1 di Mapei Stadium

Mistar.idMinggu, 1 Maret 2026 pukul 23.23 WIB
sassuolo_tumbangkan_atalanta_meski_10_pemain_drama_21_di_mapei_stadium

Ilustrasi, Sassuolo Tumbangkan Atalanta Meski 10 Pemain! Drama 2-1 di Mapei Stadium. (foto:dokumen/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Sassuolo mencatat kemenangan dramatis pada pekan ke-27 Serie A setelah menundukkan Atalanta BC dengan skor 2-1 di Mapei Stadium, Minggu (1/3/2026) malam WIB.

Bermain dengan 10 orang sejak menit ke-16, tuan rumah menunjukkan determinasi luar biasa untuk mengamankan tiga poin penting di hadapan publik sendiri.

Kartu Merah Dini Tak Patahkan Mental

Petaka datang lebih cepat bagi Sassuolo saat Andrea Pinamonti diganjar kartu merah langsung pada menit ke-16. Pelanggaran kerasnya memaksa wasit mengusir sang striker dan membuat tuan rumah harus bermain dengan 10 pemain selama lebih dari 70 menit.

Situasi ini membuat pertandingan diprediksi akan dikuasai penuh oleh Atalanta. Namun, alih-alih tertekan, Sassuolo justru tampil disiplin dan efektif.

Koné Buka Keunggulan

Gol pembuka hadir pada menit ke-23 melalui Ismaël Koné. Berawal dari sepak pojok, Armand Laurienté mengirimkan umpan silang akurat yang diselesaikan Koné dari jarak sangat dekat.

Gol tersebut menjadi suntikan moral bagi Sassuolo, sekaligus pukulan psikologis untuk Atalanta yang unggul jumlah pemain namun gagal memaksimalkan dominasi awal mereka.

Thorstvedt Gandakan Skor Lewat Serangan Balik Cepat

Memasuki babak kedua, Atalanta tampil semakin agresif. Sejumlah peluang tercipta melalui Lazar Samardzic, Gianluca Scamacca, hingga Nikola Krstovic, tetapi kokohnya lini belakang Sassuolo dan gemilangnya kiper mereka membuat peluang-peluang itu mentah.

Justru Sassuolo yang kembali mencetak gol pada menit ke-69. Kristian Thorstvedt melepaskan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti setelah menerima umpan dalam skema serangan balik cepat. Bola meluncur deras ke sudut kiri atas gawang dan tak mampu dijangkau Marco Carnesecchi.

Gol tersebut mempertegas efektivitas permainan Sassuolo: minim peluang, maksimal hasil.

Muric Jadi Tembok Tak Tertembus

Nama Arijanet Muric layak mendapat sorotan khusus. Penjaga gawang Sassuolo itu melakukan serangkaian penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan sundulan Giorgio Scalvini dari jarak sangat dekat serta peluang emas Nikola Krstovic di masa injury time.

Atalanta terus menekan lewat crossing dan tembakan jarak jauh, namun Muric tampil sigap sepanjang laga.

Gol Musah Terlambat

Atalanta akhirnya memperkecil ketertinggalan pada menit ke-88 lewat Yunus Musah. Sepakan kaki kanannya dari dalam kotak penalti mengarah ke sudut kanan atas gawang tanpa mampu dihentikan Muric.

Tambahan waktu enam menit membuat pertandingan semakin menegangkan. Atalanta melancarkan serangan bertubi-tubi, tetapi Sassuolo bertahan dengan disiplin tinggi hingga peluit panjang berbunyi.

Taktik dan Efektivitas Jadi Pembeda

Kemenangan ini tak lepas dari kecermatan pelatih Sassuolo dalam mengatur ulang strategi setelah kartu merah. Tim bermain lebih rapat, mengandalkan transisi cepat dan bola mati sebagai senjata utama.

Sebaliknya, Atalanta yang tampil dengan penguasaan bola lebih dominan gagal menunjukkan ketajaman di lini depan. Banyak peluang tercipta, tetapi penyelesaian akhir menjadi masalah utama.

Tiga Poin Krusial

Hasil ini menjadi kemenangan penting bagi Sassuolo dalam persaingan papan tengah Serie A. Sementara itu, Atalanta harus pulang dengan kekecewaan setelah gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.

Di Mapei Stadium malam itu, bukan dominasi yang menentukan hasil akhir—melainkan disiplin, efektivitas, dan mentalitas baja.

(fotmob/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN