Monday, July 20, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Klasemen Serie A Pekan ke-26: Inter Menggila, Milan Tersandung, Zona Champions Memanas

Mistar.idSelasa, 24 Februari 2026 pukul 18.52 WIB
klasemen_serie_a_pekan_ke26_inter_menggila_milan_tersandung_zona_champions_memanas

Ilustrasi, Klasemen Serie A Pekan ke-26: Inter Menggila, Milan Tersandung, Zona Champions Memanas. (foto:google/wikipedia/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Persaingan papan atas Serie A 2025/26 kian mengerucut usai rangkaian laga pekan ke-26 yang digelar 21–24 Februari 2026. Sorotan utama tertuju pada dominasi Inter Milan yang semakin kokoh di puncak klasemen, sementara rival sekota mereka, AC Milan, justru terpeleset di momen krusial.

Di sisi lain, perebutan tiket Liga Champions hingga zona degradasi menghadirkan drama tersendiri yang membuat kompetisi kasta tertinggi sepak bola Italia ini semakin panas memasuki 12 laga terakhir musim.

Inter Milan Kian Tak Terbendung

Inter tampil luar biasa musim ini. Hingga pekan ke-26, Nerazzurri mengoleksi 64 poin dari 26 pertandingan, hasil dari 21 kemenangan, 1 seri, dan 4 kekalahan.

Lebih impresif lagi, Inter mencatatkan:

- 62 gol dicetak (terbanyak di liga)

- 21 kali kebobolan

- Selisih gol +41 (terbaik di Serie A)

- 5 kemenangan beruntun dalam lima laga terakhir

Keunggulan 10 poin atas AC Milan di posisi kedua menjadi sinyal kuat bahwa Inter kini berada di jalur emas menuju Scudetto. Dengan konsistensi seperti ini, peluang mereka untuk mengunci gelar sebelum pekan terakhir terbuka lebar.

Tak hanya kolektif, performa individu juga bersinar. Kapten sekaligus striker andalan, Lautaro Martínez, memimpin daftar top skor sementara dengan 14 gol.

Milan Kehilangan Momentum

Berbanding terbalik dengan Inter, AC Milan justru kehilangan momentum penting. Rossoneri kini mengoleksi 54 poin setelah hasil kurang maksimal dalam beberapa pekan terakhir.

Milan sebenarnya hanya kalah dua kali sepanjang musim, namun terlalu banyak hasil imbang (9 kali) membuat jarak dengan Inter melebar. Dalam lima laga terakhir, performa mereka tidak stabil—kombinasi seri dan kekalahan membuat perburuan gelar semakin berat.

Ketergantungan terhadap kreativitas Christian Pulisic dan eksplosivitas Rafael Leão terlihat jelas. Keduanya sama-sama mengoleksi 8 gol musim ini, namun belum cukup konsisten membawa Milan menekan Inter.

Napoli vs Roma: Duel Sengit Zona Liga Champions

Persaingan paling panas justru terjadi di bawahnya. Napoli dan AS Roma sama-sama mengoleksi 50 poin.

Napoli unggul produktivitas dengan 39 gol, sedangkan Roma tampil lebih solid dalam bertahan dengan hanya 16 kebobolan—terbaik kedua setelah Inter.

Artinya, selisih kecil di sisa musim bisa sangat menentukan siapa yang finis di posisi tiga atau empat.

Juventus Masih Mengintai

Sementara itu, Juventus berada di posisi kelima dengan 46 poin. Bianconeri belum benar-benar konsisten, tetapi masih berpeluang besar menembus empat besar jika mampu menjaga stabilitas.

Talenta muda seperti Kenan Yıldız (8 gol) menjadi salah satu titik terang Juventus musim ini.

Como, Kuda Hitam yang Mengejutkan

Salah satu cerita paling menarik musim ini datang dari Como 1907. Klub yang tak banyak dijagokan itu kini duduk di peringkat keenam dengan 45 poin, hanya terpaut satu angka dari Juventus.

Lebih mengejutkan lagi, dua pemain Como masuk jajaran top skor:

* Nico Paz – 9 gol

* Anastasios Douvikas – 8 gol

Produktivitas Como (41 gol) bahkan menyamai Milan—indikasi bahwa mereka bukan sekadar tim kejutan sesaat.

Drama Zona Degradasi

Di papan bawah, persaingan tak kalah dramatis.

Tiga tim di zona merah saat ini adalah:

- Lecce – 24 poin

- Pisa – 15 poin

- Hellas Verona – 15 poin

Pisa dan Verona menghadapi situasi kritis dengan selisih gol masing-masing -23 dan -27. Dengan 12 laga tersisa, peluang bertahan masih ada, namun margin kesalahan nyaris tak tersisa.

5 Fakta Penting Serie A Pekan ke-26

1. Inter unggul 10 poin dari Milan di puncak klasemen.

2. Inter mencatat selisih gol terbaik (+41).

3. Roma menjadi tim dengan pertahanan terbaik kedua (baru kebobolan 16 gol).

4. Como menjadi tim kejutan dengan dua pemain di daftar top skor.

5. Pisa hanya meraih 1 kemenangan dari 26 pertandingan—terburuk musim ini.

Statistik Kunci

- 64 poin Inter adalah raihan tertinggi hingga pekan ke-26.

- 62 gol Inter menjadi produktivitas terbaik liga.

- 21 kemenangan Inter merupakan jumlah win terbanyak musim ini.

Insight Menarik

- Jika Inter mempertahankan rata-rata 2,46 poin per laga, mereka berpotensi finis di kisaran 90+ poin.

- Milan termasuk tim dengan kekalahan paling sedikit (2), namun terlalu banyak hasil imbang menghambat laju juara.

- Como memiliki pertahanan terbaik ketiga (19 kebobolan), faktor yang jarang disorot di balik posisi impresif mereka.

Kesimpulan: Memasuki 12 pertandingan terakhir musim 2025/26, peta persaingan Serie A mulai terlihat jelas. Inter berada di jalur cepat menuju Scudetto, Milan harus mengejar nyaris sempurna, sementara Napoli, Roma, dan Juventus bertarung sengit demi tiket Liga Champions.

Namun seperti biasa di Italia, drama belum selesai. Serie A selalu menyimpan kejutan hingga peluit akhir musim dibunyikan.

(berbagaisumber/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN