Iran Ancam AS: Tidak Ada Satu Tentara Amerika yang Pulang Dalam Keadaan Hidup

Ibu kota Iran, Taheran.(Shutterstock/Borna_Mirahmadian)
Teheran, MISTAR.ID – Iran mengancam Amerika Serikat (AS) menyusul serangan terbaru saat gencatan senjata masih berlangsung pada Selasa (7/7/2026) hingga Rabu (8/7/2026).
Juru bicara Komite Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, berjanji akan menghukum berat AS. Ia juga memperingatkan setiap tentara Amerika yang berani menginvasi wilayah Iran akan menanggung akibatnya.
Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Donald Trump kembali mengancam akan menginvasi Pulau Kharg.
"Tidak akan ada satu pun tentara Amerika yang pulang dalam keadaan hidup. Silakan datang, kami menunggu kalian," tulis Rezaei seperti dikutip Al Jazeera.
Selain Rezaei, penasihat militer pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaee, turut bersumpah bahwa negaranya akan membalas serangan terbaru AS dengan lebih berat.
Melalui akun X, tangan kanan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei itu mengunggah sebuah ayat Al Quran yang berbunyi: "Maka barang siapa menyerang kamu, seranglah dia dengan cara yang sama sebagaimana ia menyerang kamu."
"Musuh yang menjadi agresor beserta para kaki tangannya akan menerima hukuman yang sangat berat," kata Rezaee.
AS kembali melancarkan rentetan serangan udara ke selatan Iran pada Selasa dan Rabu dengan dalih konsekuensi bagi Teheran lantaran masih menyerang kapal-kapal komersil di Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir.
Iran marah dan menegaskan AS telah jelas-jelas melanggar gencatan senjata dan nota kesepahaman (MoU) kedua negara yang baru diteken pada Juni lalu untuk mengakhiri perang yang pecah sejak Februari lalu. (Cnn)
PREVIOUS ARTICLE
Presiden Turki Bagi-bagi Pistol di KTT NATO























