FairSquare Desak FIFA Cegah Gianni Infantino Maju Lagi sebagai Presiden

Gianni Infantino. (Foto: Getty Images via Goal.com)
Swiss, MISTAR.ID – Lembaga hak asasi manusia FairSquare mendesak FIFA tidak lagi mencalonkan Gianni Infantino pada pemilihan presiden berikutnya karena telah mencapai batas maksimal tiga periode masa jabatan yang diatur dalam organisasi sepak bola dunia tersebut.
Persoalan muncul karena periode pertama Infantino, yang dimulai setelah terpilih dalam Kongres Luar Biasa FIFA pada 2016, sebelumnya diputuskan tidak masuk dalam hitungan tiga periode. Saat itu, Infantino terpilih untuk menggantikan Sepp Blatter yang mengundurkan diri dan disebut hanya menyelesaikan sisa masa jabatan.
FairSquare kini mempersoalkan keputusan tersebut melalui surat pengaduan kepada Komite Tata Kelola, Audit, dan Kepatuhan FIFA (GACC). Kelompok tersebut menilai interpretasi FIFA bertentangan dengan aturan mengenai pembatasan masa kepemimpinan.
"Pengaduan yang telah kami ajukan memberikan bukti yang jelas bahwa ini merupakan pelanggaran aturan yang nyata dan merupakan preseden yang sangat berbahaya," ujar Direktur FairSquare Nicholas McGeehan, dikutip Reuters, Selasa (18/8/2026).
Menurut McGeehan, aturan FIFA sudah jelas menetapkan tiga periode sebagai batas maksimal seorang presiden. Karena itu, organisasi tersebut dinilai tidak semestinya mengesampingkan periode pertama Infantino dengan alasan hanya menjalankan sisa mandat.
Infantino sendiri diperkirakan kembali mencalonkan diri untuk periode 2027-2031. Pemilihan presiden FIFA dijadwalkan berlangsung dalam Kongres FIFA di Maroko pada 18 Maret 2027.
Tekanan dari Konfederasi
Sorotan terhadap Infantino tidak hanya datang dari kelompok pemerhati HAM. Sejumlah konfederasi sepak bola juga mulai mempertanyakan kebijakan yang diambilnya.
Pekan lalu, UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan CONCACAF secara bersamaan meminta peninjauan terhadap rencana pembentukan anak perusahaan FIFA yang diproyeksikan bernilai US$20 miliar atau sekitar Rp356,8 triliun. Rencana tersebut berkaitan dengan upaya FIFA menarik investasi dari sektor swasta.
Menurut sumber yang mengetahui persoalan tersebut, langkah peninjauan itu bahkan dinilai dapat menjadi jalan bagi Infantino untuk mundur tanpa kehilangan citranya di hadapan publik.
Keraguan juga mulai muncul dari sejumlah asosiasi sepak bola nasional. Kepala Eksekutif Asosiasi Sepak Bola Skotlandia, Ian Maxwell, menyatakan federasinya tidak akan memberikan dukungan kepada Infantino untuk kembali mencalonkan diri.
Meski demikian, Infantino masih mendapat dukungan dari sejumlah konfederasi, termasuk dari kawasan Afrika dan Amerika Selatan.
FIFA belum memberikan tanggapan resmi atas tuntutan FairSquare. Sebelumnya, pada Desember 2022, Dewan FIFA telah menyepakati bahwa periode kepemimpinan Infantino pada 2016-2019 tidak dihitung sebagai salah satu dari tiga periode yang diperbolehkan.
Kontroversi ini muncul bersamaan dengan perubahan di jajaran internal FIFA. Kepala Operasional Kevin Lamour diketahui telah meninggalkan posisinya tidak lama setelah secara terbuka menyampaikan kritik terhadap proposal yang didorong Infantino. (Reuters)
NEXT ARTICLE
Sergio Busquets Kembali ke Barcelona























