Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Viral Video Mahasiswa ITB Bernyanyi Diduga Mengandung Pelecehan, HMT ITB Minta Maaf

Mistar.idRabu, 15 April 2026 pukul 17.38 WIB
viral_video_mahasiswa_itb_bernyanyi_diduga_mengandung_pelecehan_hmt_itb_minta_maaf

Kampus ITB Cirebon. (Foto: Dok ITB)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan sekelompok mahasiswa dari Jurusan Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB) sedang bernyanyi bersama di dalam sebuah ruangan. Video tersebut ramai diperbincangkan karena dianggap warganet mengandung lirik yang tidak pantas dan dinilai bernuansa pelecehan terhadap perempuan.

Dalam video yang beredar, para mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) ITB tampak mengikuti kegiatan bernyanyi bersama dengan suasana santai. Namun, konten lagu yang dinyanyikan memicu kritik dari publik setelah potongan video tersebut tersebar luas di berbagai platform media sosial.

Menanggapi hal ini, HMT ITB menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun media sosial resminya. Mereka mengakui bahwa konten yang ditampilkan telah menimbulkan kegaduhan serta keresahan di masyarakat, khususnya bagi perempuan.

HMT ITB juga menegaskan bahwa mereka memahami sensitivitas isu tersebut dan menyatakan penyesalan atas kelalaian dalam menampilkan materi yang dinilai tidak sesuai dengan nilai etika di lingkungan akademik. Organisasi tersebut menegaskan tidak membenarkan segala bentuk konten yang merendahkan martabat individu atau kelompok.

Pihak HMT menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari unit seni yang telah lama berdiri di lingkungan organisasi mereka. Lagu yang menjadi sorotan disebut berasal dari karya lama, namun penggunaannya dalam konteks saat ini dinilai tidak lagi sesuai dengan perkembangan norma sosial.

Sebagai langkah lanjutan, HMT ITB telah melakukan koordinasi untuk menghapus konten video yang beredar, baik dari akun resmi maupun akun yang terafiliasi. Mereka juga menyatakan akan melakukan evaluasi internal terhadap kegiatan organisasi, termasuk standar pengawasan konten agar lebih selaras dengan nilai etika kampus dan masyarakat.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan kembali menyoroti pentingnya sensitivitas dalam penggunaan konten di lingkungan akademik, terutama di era digital ketika setiap aktivitas mudah tersebar luas di media sosial.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN