Tuesday, September 22, 2026
home_banner_first
NASIONAL

El Nino 2026 Bikin 25 Provinsi Tak Hujan 60 Hari, Bantul Capai 131 Hari

Mistar.idSelasa, 22 September 2026 pukul 16.19 WIB
el_nino_2026_bikin_25_provinsi_tak_hujan_60_hari_bantul_capai_131_hari

Konferensi Pers 'Prediksi Musim Hujan' di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta pada Selasa (22/9). (Foto: BMKG)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID — Fenomena El Nino 2026 membuat musim kemarau di Indonesia semakin panjang dan meluas. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sejumlah wilayah di 25 provinsi mengalami hari tanpa hujan (HTH) lebih dari 60 hari berturut-turut.

Kondisi paling ekstrem tercatat di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). BMKG mencatat wilayah tersebut telah mengalami HTH selama 131 hari atau lebih dari empat bulan.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran kuatnya dampak El Nino terhadap musim kemarau tahun ini.

“Banyak lokasi pengamatan yang sudah melaporkan hari tanpa hujan berurutan lebih dari 60 hari, yaitu tersebar di 25 provinsi, dengan hari tanpa hujan terpanjang saat ini di wilayah Bantul, yaitu sepanjang 131 hari atau lebih dari 4 bulan,” kata Ardhasena dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

El Nino 2026 Masuk Kategori Sangat Kuat

BMKG menyebut El Nino yang berlangsung pada 2026 memiliki intensitas sangat kuat. Anomali suhu muka laut di wilayah Nino 3.4 Samudra Pasifik pada akhir Agustus mencapai +2,83, sementara indeks ENSO rata-rata Juli-Agustus-September berada di sekitar +2,63.

Kondisi tersebut berkontribusi terhadap berkurangnya curah hujan di banyak wilayah Indonesia.

Dampak El Nino juga diperkuat oleh fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif. BMKG menyebut kombinasi kedua fenomena tersebut memperpanjang dan memperparah kondisi kering di sebagian besar wilayah Indonesia.

Secara historis, El Nino memang cenderung membuat musim kemarau Indonesia menjadi lebih kering dan panjang, terutama di wilayah selatan khatulistiwa.

Musim Hujan 2026/2027 Bisa Datang Terlambat

Kondisi kering ini belum akan segera berakhir. BMKG memprediksi El Nino masih bertahan setidaknya hingga akhir kuartal pertama 2027.

Sementara itu, awal musim hujan 2026/2027 diperkirakan mengalami kemunduran di sebagian besar wilayah Indonesia. BMKG memprediksi 529 Zona Musim (ZOM), atau sekitar 61,08 persen wilayah Indonesia, mengalami awal musim hujan yang lebih lambat dibandingkan rata-rata klimatologis.

Sebagian besar wilayah diperkirakan baru memasuki musim hujan pada November dan Desember 2026.

Sebanyak 185 ZOM diprediksi mulai mengalami musim hujan pada November, sedangkan 266 ZOM lainnya diperkirakan baru memasuki musim hujan pada Desember 2026.

Kemarau Menjangkau Zona yang Biasanya Basah

Salah satu dampak yang menjadi perhatian BMKG adalah perubahan kondisi pada wilayah yang secara klimatologis biasanya mendapatkan hujan sepanjang tahun.

Indonesia memiliki 110 Zona Musim dengan karakteristik hujan sepanjang tahun. Namun, pada 2026, sebanyak 98 zona tersebut justru mengalami musim kemarau akibat anomali curah hujan yang dipengaruhi El Nino.

Artinya, dampak El Nino tahun ini tidak hanya dirasakan wilayah yang memang secara rutin mengalami musim kering, tetapi juga menjangkau kawasan yang biasanya relatif basah.

556 Zona Musim Sedang Mengalami Kemarau

BMKG juga mencatat 556 ZOM atau sekitar 61,91 persen luas daratan Indonesia sedang mengalami musim kemarau.

Kondisi tersebut membuat ancaman kekeringan perlu diantisipasi di berbagai sektor, terutama pertanian dan ketersediaan air.

BMKG sebelumnya juga telah mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk sejumlah wilayah. Beberapa daerah bahkan masuk kategori awas, termasuk Kabupaten Bantul dan sejumlah wilayah lain di Indonesia.

Masyarakat Diminta Hemat Air

Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah mengantisipasi keterbatasan air.

Di sektor pertanian, penyesuaian jadwal tanam serta penggunaan varietas tanaman dengan masa tanam lebih pendek menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menghadapi periode kering.

Masyarakat juga diminta meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan yang dapat meningkat ketika kondisi lingkungan semakin kering.

Dengan El Nino diperkirakan bertahan hingga awal 2027 dan musim hujan berpotensi datang lebih lambat di banyak wilayah, periode kering tahun ini masih menjadi perhatian BMKG dalam beberapa bulan ke depan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN