Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Buku Broken Strings Dibahas di DPR

Mistar.idMinggu, 25 Januari 2026 pukul 17.20 WIB
buku_broken_strings_dibahas_di_dpr

Buku Broken Strings milik Aurelie Moeremans. (Foto: Gramedia)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Memoar karya Aurelie Moeremans berjudul Broken Strings dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Keberanian aktris kelahiran Belgia tersebut dalam membuka trauma masa lalunya mendapat respons luas, termasuk dari kalangan parlemen.

Salah satu yang paling menyoroti isu ini adalah anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, yang disebut aktif mengangkatnya dalam rapat kerja bersama Komnas HAM dan Komnas Perempuan beberapa waktu lalu.

“Yang paling aku kaget, buku aku sampai dibahas di DPR. Hal ini, supaya kasus-kasus kayak aku tuh gak diabaikan lagi seperti kasus aku, supaya perlindungan terhadap anak dan perempuan itu bisa ditangani dengan lebih serius,” ujar Aurelie Moeremans, dikutip dari kanal YouTube Aurélie Moeremans, Minggu (25/1/2026).

Pemeran film Story of Kale itu berharap viralnya Broken Strings tidak berhenti sebagai topik hangat semata. Ia ingin kisahnya bisa mendorong perubahan nyata, terutama dalam sistem hukum dan perlindungan korban di Indonesia.

Aurelie menegaskan, ia tak ingin korban lain merasa gentar saat mencari keadilan hanya karena takut dikriminalisasi atau mendapat ancaman balik.

“Aku sih berharap dengan viralnya buku ini ada regulasi yang lebih melindungi korban. Jangan kayak aku dulu mau cari perlindungan malah ditakutin dengan konsekuensi dihukum balik gitu,” ucapnya.

Tak hanya soal aturan, perhatian juga mengarah pada fenomena lain yang dinilai mengganggu, yaitu pihak yang diduga terkait sebagai pelaku justru masih bisa mendapat ruang di ranah publik. Hal ini sejalan dengan kekhawatiran Aurelie, yang menyebut tokoh dalam kisahnya seolah masih mengamati gerak-geriknya hingga sekarang.

Bagi Aurelie, perhatian dari negara dan parlemen menjadi semacam pengakuan bahwa apa yang ia tuliskan tidak sia-sia. Ia merasa pesan yang ingin ia sampaikan akhirnya benar-benar sampai.

“Kalau misalnya buku aku bisa bikin orang lebih paham tentang child grooming, orang tua bisa lebih waspada, ya berarti pesan aku nyampe dan aku sudah melakukan apa yang harus aku lakukan dan masa lalu aku gak sia-sia,” tuturnya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN