Hanya 2 Guru untuk 540 Siswa di SD SRT 2 Medan, Tambahan Pengajar Mendesak

Deputi III Bakom RI, Kurnia Ramadhana, saat meninjau SRT 2 Medan, Jumat (25/9/2026). (foto: Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Medan masih kekurangan tenaga pengajar. Pada jenjang SD, sekolah tersebut saat ini hanya memiliki dua guru untuk 540 siswa.
Kepala SD dan SMA SRT 2 Medan, Syahripal Putra, mengatakan pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan pengadaan guru kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara.
Hal itu disampaikan Syahripal saat menerima kunjungan Deputi III Badan Komunikasi (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana, ke SRT 2 Medan di Jalan Flamboyan II, Simpang Selayang, Medan Tuntungan, Jumat (25/9/2026).
Ia menjelaskan, tenaga pengajar yang tersedia saat ini masih terbatas. Pada jenjang SMA terdapat 17 guru, sedangkan untuk tingkat SD baru tersedia dua guru untuk 540 siswa.
Menurutnya, salah satu tenaga pengajar yang masih belum terpenuhi adalah guru agama. Kondisi tersebut terjadi karena ketersediaan guru agama di tingkat Pemko Medan maupun Pemprov Sumut juga masih terbatas.
“Namun memang tentu saja ada guru yang kita belum dapat, yaitu guru agama karena di tingkat Pemprov maupun Pemko sendiri itu kekurangan. Jadi kita mengambil kebijakan berdasarkan aturan dari Kemensos, Badiklat, kita boleh mengambil yang memang betul kredibel yang akan di-SK-kan oleh Kemensos juga,” katanya.
Menurut Syahripal, pemerintah telah memberikan bantuan sebanyak tiga guru untuk jenjang SD. Meski demikian, SRT 2 Medan masih membutuhkan dua guru agama.
Dalam kunjungan tersebut, Kurnia mengatakan kecukupan fasilitas dan jumlah guru menjadi salah satu perhatian pemerintah. Menurutnya, jumlah tenaga pengajar perlu disesuaikan dengan jumlah siswa agar proses pendidikan dapat berjalan secara optimal.
Selain siswa, tenaga pengajar di SRT 2 Medan juga disediakan fasilitas tempat tinggal berupa rumah susun (rusun) guru di lingkungan sekolah.
“Sejauh ini kita masih melihat bagaimana proses koordinasi antara rekan-rekan di Sekolah Rakyat dengan Pemerintah Kota Medan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Tentu harapan dari pemerintah pusat agar kemudian guru-guru di Sekolah Rakyat secara kuantitas dapat seimbang dengan jumlah-jumlah murid,” tuturnya.
Target Pendidikan Siswa
Selain pemenuhan tenaga pengajar, SRT 2 Medan memiliki target meningkatkan kapasitas dan kemampuan para peserta didik agar dapat melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing.
Syahripal mengatakan, siswa akan menjalani tes bakat dan minat untuk menentukan jalur pendidikan maupun pengembangan yang sesuai.
“Kita harapkan untuk lulusan SMP yang cerdas bisa masuk SMA Garuda. Untuk anak SMA yang lulus, kemarin disampaikan bahwa anak ini harus menjadi agent of change dari orang tuanya. Dia harus menjadi pemutus mata rantai kemiskinan. Ada hilirisasi yang akan kita sampaikan,” ucap Syahripal.
Menurutnya, siswa yang memiliki kemampuan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi akan diarahkan untuk kuliah. Sementara siswa yang berkemampuan mengikuti ikatan dinas akan dilatih sesuai dengan kebutuhan ikatan dinas.
Bagi siswa yang memiliki keterampilan untuk memasuki dunia kerja, SRT 2 Medan akan bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, Kemendiktisaintek, serta bidang-bidang lainnya seperti TNI dan Polri.
Sementara siswa yang memiliki bakat berwirausaha akan didorong dan difasilitasi. Setelah lulus, perkembangan para alumni juga akan tetap dipantau.
“Jadi, tidak hanya terkait dengan memastikan kompetensinya, tapi integrasi dari pendidikan ke dunia kerja itu juga turut diperhatikan oleh pemerintah,” kata Kurnia.
Untuk diketahui, SRT 2 Medan berdiri di atas lahan seluas 66.898 meter persegi. Sekolah tersebut terdiri dari 18 jenis bangunan dengan total 26 unit gedung fisik, di antaranya delapan unit asrama siswa dan dua unit rusun guru yang masing-masing terdiri dari dua lantai. (*)









































