Friday, September 25, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

China hingga Australia Terapkan Pertanian Berkelanjutan

Mistar.idJumat, 25 September 2026 pukul 05.30 WIB
china_hingga_australia_terapkan_pertanian_berkelanjutan

Pertanian modern. (Foto: Gokomodo)

news_banner

Beijing, MISTAR.ID – Pertanian berkelanjutan mulai menjadi pilihan untuk masa depan. Sejumlah negara, mulai China hingga Australia, telah menerapkan sistem tersebut dalam mengelola sektor pertanian.

Sistem ini berupaya menjaga keseimbangan produksi pangan dengan memanfaatkan bahan dan metode alami. Tujuannya mempertahankan kesehatan lingkungan, kesuburan tanah, serta kesejahteraan jangka panjang tanpa merusak ekosistem.

Berikut sejumlah negara yang telah menerapkan pertanian berkelanjutan:

China

Dengan populasi lebih dari satu miliar jiwa, China mengembangkan pertanian ramah lingkungan melalui sistem organik. Negara tersebut memiliki sekitar 1,9 juta hektar lahan pertanian organik dan berfokus pada kesehatan tanah, kualitas air, serta pendekatan yang ramah iklim.

India

India juga terus mengembangkan pertanian organik yang kini mencakup sekitar 500.000 hektar lahan. Pertumbuhan sektor ini didorong sejumlah faktor, mulai dari bertambahnya populasi dunia, meningkatnya kesadaran konsumen terhadap kesehatan, hingga kampanye produksi pertanian berkelanjutan.

India memiliki sejumlah pertanian organik yang berkembang, seperti The Farm, Back2Basics, Happy Hens Farms, ABC Farms, dan Vridavan Farms.

Dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (25/9/2026), sistem tersebut memberikan manfaat berupa berkurangnya kebutuhan mekanisasi, turunnya biaya pertanian, serta peningkatan kualitas produk.

Thailand

Thailand menjadi salah satu pionir sekaligus pemimpin pasar pertanian organik di Asia Tenggara. Melalui model ekonomi Bio-Circular-Green (BCG), sektor pertanian disinergikan dengan pariwisata melalui konsep agritourism.

Petani organik di Thailand mendapat dukungan sertifikasi GAP (Good Agricultural Practices), subsidi pupuk alami, serta pinjaman bank berbiaya rendah. Dukungan tersebut membantu mereka menjangkau pasar ekspor premium seperti Eropa dan Jepang.

Jepang

Jepang telah lama berupaya mengurangi penggunaan bahan kimia dalam pertanian. Salah satunya ditunjukkan Tokyo Terra Farm yang berdiri sejak 2000 dan mengembangkan pertanian perkotaan berbasis komunitas.

Pengunjung dapat mengikuti kegiatan bertani, seperti memanen sayuran musiman dan memberi makan hewan ternak. Mereka juga dapat mempelajari daur ulang sumber daya, pengayaan tanah, serta memahami ritme alam dan pengaruh cuaca terhadap tanaman melalui pengalaman langsung.

Australia

Australia memiliki lahan pertanian organik bersertifikat terluas di dunia, dengan luas lebih dari 35 juta hektar atau sekitar setengah dari total lahan organik global.

Salah satu penerapannya adalah pengelolaan hama terpadu dengan mengurangi penggunaan pestisida dan menggabungkan berbagai metode pengendalian. Metode hayati menjadi perhatian utama dengan memanfaatkan predator alami, parasit, atau mikroba patogen untuk menekan populasi hama.

Para petani di Australia bahkan memanfaatkan bangkai hewan liar sebagai kompos. Di perbukitan New South Wales, kambing liar sebelumnya menimbulkan kerusakan besar pada lanskap. Kini, sebagian pemilik tanah justru mengubah persoalan hama tersebut menjadi peluang. (cnn)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN