Friday, September 25, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Malaysia Mulai Pulangkan 1.500 Warga Myanmar, Mayoritas Rohingya

Mistar.idKamis, 24 September 2026 pukul 15.15 WIB
malaysia_mulai_pulangkan_1500_warga_myanmar_mayoritas_rohingya

Rohingya di Malaysia. (Foto: AFP/Manan Fatasyayana)

news_banner

Kuala Lumpur, MISTAR.ID – Malaysia akan memulai pemulangan warga Myanmar pada 29 September 2026. Mayoritas dari kelompok tersebut merupakan etnis Rohingya yang masuk dalam program repatriasi sukarela hasil kesepakatan dengan Myanmar.

Tahap pertama mencakup sedikitnya 1.500 pengungsi dari total 5.000 orang yang disepakati untuk dipulangkan.

Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan pemerintah Myanmar bersedia menerima kembali 5.000 warga Rohingya yang mengalami persekusi, menurut Al Jazeera.

Kementerian Dalam Negeri Malaysia menyebut proses pemulangan akan dilakukan menggunakan dua kapal perang Angkatan Laut Myanmar dan satu kapal rumah sakit. Namun, pemerintah Malaysia belum merinci jumlah warga Rohingya yang masuk dalam gelombang pertama tersebut.

Di luar program repatriasi, Malaysia juga menyiapkan skema lain bagi warga Myanmar yang berada di negaranya.

Lebih dari 4.000 orang, yang sebagian besar merupakan Rohingya, akan diarahkan mengikuti program Refugee Registration Document (DPP).

Sementara itu, 5.000 warga lainnya akan mengikuti repatriasi sukarela yang telah disepakati bersama Myanmar.

Hingga pertengahan Agustus 2026, terdapat 10.388 warga Myanmar yang ditahan di depo imigrasi Malaysia. Dilansir dari Kompas.com, pemerintah menegaskan bahwa seluruh tahanan tersebut tidak otomatis berstatus sebagai pengungsi.

Departemen Imigrasi Malaysia bersama kepolisian kemudian melakukan verifikasi terkait identitas, kewarganegaraan, status imigrasi, klaim suaka, hingga latar belakang keamanan para tahanan. Proses tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun.

Malaysia selama ini menjadi salah satu tempat perlindungan bagi warga Rohingya yang meninggalkan Myanmar akibat persekusi. Negara tersebut menampung lebih dari 215.000 pengungsi dan pencari suaka yang terdaftar di UNHCR, termasuk lebih dari 126.000 warga Rohingya asal Myanmar. (Kompas)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN