Sutrisno Pangaribuan: Tuduhan Mahasiswa Bayaran Hanya untuk Pecah Belah Gerakan

Presidium semangat anti korupsi, Sutrisno Pangaribuan. (foto: istimewa/mistar)
Sebagai dampaknya, ia menilai reaksi Presiden Prabowo Subianto dan para pembantunya terkait isu "uang receh" yang konon menggerakkan aksi mahasiswa itu sendiri terkesan picik dan sepele.
"Tuduhan semacam itu yang lazim dilontarkan penguasa, akan selalu muncul setiap kali ada aksi kritis yang menentang kemajuan. Padahal, pihak penguasa sendiri melakukan taktik serupa meski dengan cara yang lebih halus seperti dengan merangkul para aktivis ke dalam lingkaran kekuasaan," tuturnya.
Ia mencatat beberapa aktivis "murahan" yang digerakkan oleh kepentingan licik telah menduduki jabatan sebagai menteri, wakil menteri, eksekutif dan komisaris BUMN, utusan khusus presiden, serta posisi kekuasaan lainnya.
"Kelompok elite inilah yang biasanya dikerahkan untuk meredam gerakan mahasiswa dengan menggunakan taktik murahan. Tidak ada kelompok lain di luar lingkaran kekuasaan yang tertarik melakukan manuver picik semacam itu," ujarnya.
Menurutnya, Presiden Prabowo dan jajarannya harus merasa bersyukur atas adanya aktivisme mahasiswa. Meski demikian, bukan dengan cara taktik gimik yang mengajak kelompok elite aktivis menaiki jet kepresidenan untuk meninjau program MBG.
“Pihak penguasa tidak seharusnya mencari kambing hitam dengan tuduhan licik. Pemerintah sudah seharusnya tanggap terhadap tuntutan mahasiswa yang merepresentasikan kepentingan masyarakat,” katanya.
Ia menyarankan pemerintah tidak boleh membuang energi untuk menyusun narasi negatif mengenai mahasiswa kaum media yang lugu, tulus dan didorong oleh komitmen penuh semangat berprinsip kuat untuk kepentingan rakyat.
“Mau dibayar dengan nominal kecil ataupun tidak, satu-satunya kepentingan yang diperjuangan oleh gerakan mahasiswa hanyalah kesejahteraan bangsa,” ucap Sutrisno yang juga Presidium Kongres Rakyat Nasional.
PREVIOUS ARTICLE
Warga Jalan Pelajar Minta Dibuatkan Sumut Bor dan TPS Sampah






















