Pakar: Olahraga Intens Bisa Bikin Organ Intim Pria Lebih Kecil

Ilustrasi. (foto: ai/mistar)
Medan, MISTAR.ID - Efek muscle pump setelah berolahraga biasanya membuat otot terlihat lebih besar, padat, dan berisi. Namun, seorang ahli mengatakan olahraga intens justru dapat membuat organ intim pria tampak lebih kecil.
Dilansir Daily Mail, fenomena yang kerap disebut gym penis ini terjadi ketika organ intim pria mengalami penyusutan selama atau setelah latihan. Kondisi tersebut normal dan umumnya tidak perlu dikhawatirkan.
Chris Bustamante, praktisi perawat estetika sekaligus pendiri Lushful Aesthetics, mengatakan tingkat perubahan yang dialami setiap pria bisa berbeda. Sebagian mungkin hampir tidak menyadarinya, sementara yang lain dapat merasakan perubahan yang lebih jelas.
Kondisi ini dapat terjadi saat tubuh berada dalam respons fight or flight, yakni mekanisme alami tubuh saat menghadapi tekanan atau kondisi yang membutuhkan respons cepat. Hal itu dapat terjadi ketika melakukan kardio intens seperti berlari atau latihan angkat beban berat.
Saat berolahraga, tubuh memprioritaskan aliran darah menuju otot yang sedang bekerja. Akibatnya, aliran darah ke bagian tubuh yang tidak aktif, termasuk organ intim, dapat berkurang untuk sementara.
Bustamante menjelaskan, kondisi tersebut biasanya kembali normal setelah tubuh mulai beristirahat.
“Begitu tubuh mendingin, sistem saraf kembali tenang dan aliran darah didistribusikan kembali, penis biasanya kembali ke kondisi normal,” jelasnya kepada New York Post.
Pada sebagian besar pria, proses tersebut dapat berlangsung dalam hitungan menit hingga sekitar satu jam setelah berolahraga.
Namun, pemulihan bisa lebih lama jika seseorang mengalami dehidrasi, mengonsumsi banyak kafein atau suplemen sebelum latihan, maupun berolahraga dalam suhu dingin. Latihan yang sangat intens juga dapat membuat proses tersebut berlangsung lebih lama.
Meski umumnya tidak berbahaya, kondisi ini dapat membuat sebagian pria merasa cemas atau kurang percaya diri, termasuk saat menggunakan ruang ganti bersama.
Bustamante menyarankan agar perubahan yang berlangsung terus-menerus tidak diabaikan. Jika perubahan tidak kembali normal setelah berolahraga atau disertai keluhan seperti gangguan ereksi, nyeri, atau mati rasa, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. (*)


















