Rumah Dinas Wali Kota Medan Bergaya Eropa, Pernah Ditempati Kekaisaran Jepang

Rumah dinas Wali Kota Medan dulu. (foto:dokumen OK Zulfani/mistar)
Medan, MISTAR.ID (9/8/2026) - Cerita panjang tersimpan di balik megahnya rumah dinas Wali Kota Medan di Jalan Sudirman, Kecamatan Medan Maimun.
Ternyata, rumah orang nomor satu di Pemko Medan itu berulang kali pindah. Kondisi politik antara Belanda dan Jepang mengakibatkan perpindahan berulang kali terjadi.
Berdasarkan rangkuman Mistar, rumah dinas Wali Kota Medan awalnya berada di atas lahan Sun Plaza, tepatnya pada tahun 1925. Lalu, di pertengahan tahun 1930, rumah dinas kembali berpindah ke arah selatan Jalan Diponegoro.
Bertahan 15 tahun, rumah dinas kembali berpindah lokasi ke sebelah timur. Kekaisaran Jepang yang berkuasa di Sumatera Timur pada tahun 1942-1945 menempati rumah dinas sebelumnya.
Tak sampai satu dekade, persisnya tujuh tahun kemudian, rumah dinas akhirnya pindah ke Jalan Sudirman, Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Maimun, dan bertahan sampai sekarang.
Bangunan ini awalnya hanya vila mewah bergaya Eropa milik pemerintahan Hindia Belanda. Seiring waktu, rehabilitasi dilakukan terhadap beberapa bagian tanpa menghilangkan karakteristik bangunan aslinya.
Kabid Kebudayaan Kota Medan, OK Zulfani Anhar, membenarkan hal tersebut. Ia menyebut, terhitung tiga kali rumah dinas Wali Kota Medan pindah lokasi.
“Kondisi politik jelas menjadi penyebab utama pindahnya rumah dinas. Setelah Indonesia merdeka, akhirnya rumah dinas tidak berpindah lokasi lagi,” ucapnya kepada Mistar, Minggu (9/8/2026).
Zulfani mengatakan, rumah dinas Wali Kota Medan telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kota Medan No. 51/B/TACB/Tap/I/2021, dikarenakan memiliki sejarah panjang perjalanan peradaban Kota Medan.
“Renovasi sudah banyak dilakukan. Ada yang sudah hilang, tapi sisa-sisa peninggalan yang lama masih ada. Contohnya back house yang berfungsi sebagai area servis, itu masih ada. Renovasi paling pada plafon dan ventilasi udaranya diadaptasi ornamen pada rumah tradisional Melayu Deli,” ucapnya. (hm27)





















