Monday, November 2, 2026
home_banner_first
MEDAN

Pengobatan TB 1 Bulan, Akademisi USU Ingatkan Risiko Resistansi Obat

Mistar.idSenin, 2 November 2026 pukul 17.29 WIB
pengobatan_tb_1_bulan_akademisi_usu_ingatkan_risiko_resistansi_obat_

Akademisi USU, Destanul Aulia, SKM. (Foto: Berry/Mistar)

Medan, MISTAR.ID (2/11/2026) — Akademisi Universitas Sumatera Utara (USU), Destanul Aulia, SKM, menanggapi rencana inovasi pemerintah pusat dalam mempercepat waktu pengobatan pasien tuberkulosis (TB) menjadi satu bulan.

Menurutnya, inovasi medis tidak cukup hanya menjanjikan waktu pengobatan yang lebih singkat kepada pasien TB.

"Kita perlu memastikan adanya bukti klinis yang kuat mengenai tingkat kesembuhan, kekambuhan, efek samping, serta risiko terjadinya resistansi obat," ujarnya kepada MISTAR.ID, Senin (2/11/2026).

Lebih lanjut, Destanul mengatakan dari perspektif ekonomi kesehatan, inovasi tersebut berpotensi mengurangi biaya transportasi pasien, kehilangan waktu kerja, dan beban operasional fasilitas kesehatan.

Namun, manfaat ekonomi tersebut perlu dibandingkan dengan harga obat baru yang nantinya ditetapkan dan biaya penerapannya selama proses penyembuhan.

"Saya harap Indonesia tidak hanya menjadi pengguna hasil inovasi penelitian, tetapi berperan dalam penelitian klinis, evaluasi teknologi kesehatan, dan pengembangan kebijakan pengobatan TB yang lebih efektif," ucapnya.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) USU itu menegaskan keberhasilan inovasi pengobatan TB bukan semata-mata ketika durasi enam bulan dapat dipersingkat menjadi satu bulan.

Namun, keberhasilan inovasi diukur ketika lebih banyak pasien benar-benar sembuh, angka putus berobat menurun, penularan dapat dicegah, dan beban ekonomi masyarakat semakin berkurang. (hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN