Saturday, September 26, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Skrining TB di Jawa Maraja Bah Jambi, 37 Warga Terdeteksi Terduga Tuberkulosis

Mistar.idJumat, 25 September 2026 pukul 10.48 WIB
skrining_tb_di_jawa_maraja_bah_jambi_37_warga_terdeteksi_terduga_tuberkulosis_

Dinas Kesehatan Simalungun saat skrining TB di Kantor Pangulu Jawa Maraja, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi. (Foto: Dinkes/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID (25/9/2026) – Skrining tuberkulosis (TB) di Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, menemukan 37 warga masuk kategori terduga TB.

Temuan itu diperoleh setelah Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun bersama Puskesmas Jawa Maraja melakukan skrining terhadap 90 warga di Kantor Pangulu Nagori Jawa Maraja, Kamis (24/9/2026).

Sebanyak 37 warga tersebut diminta memberikan sampel dahak untuk diperiksa melalui Tes Cepat Molekuler (TCM) guna memastikan status infeksi TB.

Skrining tidak hanya untuk TB. Warga juga mendapat pemeriksaan gula darah, tekanan darah, dan asam urat. Petugas sekaligus memberikan edukasi mengenai gejala, penularan, dan pencegahan TB.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Simalungun, Rosman Saragih, mengatakan skrining diperlukan untuk menemukan kasus sedini mungkin, terutama pada warga yang memiliki kontak erat dengan penderita.

"Penularan bakteri TB terjadi melalui percikan ludah penderita dan berkembang cepat di lingkungan kumuh, serta sangat berisiko bagi yang tinggal serumah atau berinteraksi erat dengan penderita," ujar Rosman, Jumat (25/9/2026).

Ia meminta warga tidak mengabaikan batuk lebih dari dua minggu. Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah berat badan turun, demam berkepanjangan, hilang nafsu makan, berkeringat pada malam hari, dan tubuh lemas.

Kelompok berisiko tinggi tertular TB antara lain perokok aktif, anak-anak, lanjut usia, penderita diabetes, dan penderita HIV.Rosman mengingatkan masyarakat tidak takut menjalani pemeriksaan maupun pengobatan. TB dapat disembuhkan selama pasien menjalani pengobatan teratur sesuai petunjuk tenaga kesehatan.

"TB bukan penyakit yang tidak bisa diobati, TB dapat disembuhkan. Mari bekerja sama agar lebih sehat. Temukan, Obati, Sampai Sembuh Tuberkulosis (TOSS TB)," katanya.

Dinas Kesehatan menyiapkan skrining di 228 titik, mulai dari permukiman hingga lembaga pemasyarakatan. Warga yang memiliki gejala atau faktor risiko akan ditindaklanjuti untuk memastikan status TB dan segera mendapat pengobatan jika positif. (hm02)





BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN