Kondisi Atmosfer Labil Jadi Pemicu Hujan Sepekan Terakhir di Medan

BMKG. (Foto: Mistar)
Medan, MISTAR.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan penyebab cuaca hujan dengan intensitas sedang–lebat yang terjadi di Kota Medan dan sekitarnya pada siang–malam hari sepekan terakhir.
Ketua Tim Sistem Peringatan Dini Balai Besar MKG (BBMKG) Wilayah I Medan, Martha Rosefina Manurung, menjelaskan kondisi cuaca tersebut salah satunya dipicu karena kondisi atmosfer yang labil.
"Kondisi atmosfer yang cukup labil dan gelombang atmosfer yang aktif, serta adanya belokan dan konvergensi angin di sepanjang pantai barat hingga pegunungan Sumatera Utara (Sumut) meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut dalam sepekan terakhir," katanya dalam keterangan pers, Selasa (15/9/2026).
BMKG mencatat hujan sedang–sangat lebat terjadi di beberapa wilayah Sumut antara lain ARG Teluk Dalam dengan curah hujan 106,8 mm dan Stasiun Meteorologi Binaka 54,1 mm pada 7 September 2026.
"Kemudian, di AWS Jawa Maraja Bah Jambi 91,2 mm dan Stasiun Meteorologi Kualanamu 73,3 mm pada 8 September 2026, Pos Hujan Tanjung Leidong 141 mm pada 9 September 2026, Pos Hujan Sarang Ginting 128 mm pada 10 September 2026, Pos Hujan Kota Pinang 100 mm pada 11 September 2026, Pos Hujan Parilitan 116 mm pada 12 September 2026, Pos Hujan Gunung Sayang 74 mm pada 13 September 2026," tambah Martha.
BMKG memprediksi cuaca hujan pada siang hingga malam hari masih akan mendominasi cuaca di Sumut sepekan ke depan, terhitung 14–21 September 2026.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada serta mengambil langkah antisipasi agar aktivitas sehari-hari tetap dapat berjalan aman dan lancar. Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait pun diimbau supaya mempererat koordinasi.[]
PREVIOUS ARTICLE
Dispora Pastikan Anggaran Porprovsu XII 2026 Aman








































