Tuesday, July 14, 2026
home_banner_first
MEDAN

Festival Beduk Gema Takbir di Belawan Jadi Upaya Ubah Stigma Medan Utara

Mistar.idRabu, 27 Mei 2026 pukul 09.11 WIB
festival_beduk_gema_takbir_di_belawan_jadi_upaya_ubah_stigma_medan_utara

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas membuka Festival Budaya Islam Beduk Gema Takbir Iduladha di Belawan. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Ukhuwah Badan Kesejahteraan Masjid Medan Utara (UBKMU) menggelar Festival Budaya Islam Beduk Gema Takbir Iduladha di Jalan Stasiun Lapangan PJKA Belawan. Kegiatan tersebut dibuka Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang ditandai dengan pemukulan beduk takbiran, Selasa (26/5/2026).

Dewan Penasehat UBKMU, Datok H Irfan Hamidi, didampingi Ketua Panitia Johan Arifin, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan gerakan sosial untuk merangkul generasi muda melalui ruang kreativitas positif.

Menurutnya, festival budaya Islam itu menjadi upaya membangun citra positif Medan Utara, khususnya Belawan, yang selama ini kerap dikaitkan dengan kriminalitas, tawuran, dan konflik sosial.

“Kami ingin membangun citra positif Medan Utara. Melalui Festival Budaya Islam, kami menghadirkan ruang bagi masyarakat dan generasi muda untuk berkarya serta menunjukkan sisi religius kawasan kami,” ujarnya.

Festival Beduk Gema Takbir diikuti sembilan grup peserta yang berasal dari Medan Utara, Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, hingga Sicanang, Kabupaten Langkat.

Ketua Panitia Johan Arifin menambahkan, seluruh peserta diwajibkan mengenakan busana tradisional Melayu sebagai simbol penguatan identitas budaya lokal.

Setelah pembukaan, rangkaian kegiatan akan berlanjut pada 14 hingga 16 Juni 2026 dengan agenda pawai budaya Muslim, lomba kasidah, hingga pawai obor menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram. Panitia juga berencana menghadirkan dai nasional Das’ad Latif untuk memberikan tausiyah kepada masyarakat.

Bagi warga Medan Utara, festival tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi harapan agar generasi muda memiliki alternatif kegiatan positif dan terhindar dari lingkungan rawan konflik sosial.

Kegiatan itu mendapat apresiasi dari Wali Kota Medan Rico Waas. Dalam sambutannya, Rico mengatakan perubahan citra suatu kawasan tidak cukup dilakukan melalui pembangunan fisik semata, tetapi juga harus dibangun melalui ruang sosial masyarakat.

“Jalan, jembatan, atau infrastruktur belum cukup menghapus persepsi negatif jika ruang sosial masyarakat tidak ikut dibangun. Festival budaya Islam ini menjadi cara lain untuk menghadirkan identitas baru Medan Utara karena lahir langsung dari masyarakat,” ujarnya.

Komandan Lantamal I Belawan, Laksma TNI Deni Setyana, turut mengapresiasi pelaksanaan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan itu memiliki tiga manfaat utama, yakni menjadi syiar Islam, menjaga tradisi budaya Islam agar tetap dikenal generasi muda, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di Kota Medan.

Turut hadir dalam kegiatan itu Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef, Kapolsek Belawan AKP Ponijo, Wakil Ketua DPRD Kota Medan Hadi Suhendra, Camat Belawan Roby Kurniawan, tokoh ulama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, majelis taklim, serta insan pers.

Pembacaan doa dilakukan Ketua MUI Medan Labuhan Ustaz H Ahmad Fahruni. Sementara dewan juri festival terdiri dari Ustaz H Fahroni dan Drs H Fadhlan Zainuddin.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN