Dimas Sofani Minta Dishub Medan Segera Tertibkan Parkir Liar di PB Selayang II

Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, Dimas Sofani Lubis, saat menggelar Reses VI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 TA 2026 di Jalan Sei Belutu, Kelurahan PB Selayang II. (Foto: Istimewa/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, Dimas Sofani Lubis, meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan segera menertibkan parkir liar di Kota Medan.
Khususnya parkir liar yang berada di wilayah Kelurahan PB Selayang II, Kecamatan Medan Selayang. Pasalnya, banyaknya parkir liar bukan hanya menimbulkan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga meresahkan masyarakat.
Hal itu diungkapkan dr. Dimas Sofani Lubis saat menggelar Reses VI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 TA 2026 di Jalan Sei Belutu, Kelurahan PB Selayang II, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (26/7/2026) siang.
"Dishub Medan segera tertibkan parkir-parkir liar ini, terutama di Jalan Sei Padang, Gang Sipirok, dan sekitarnya. Masyarakat resah dibuatnya. Yang mengutip pun tidak jelas orangnya, tidak punya tanda pengenal," ketus dr. Dimas pada kesempatan yang turut dihadiri Sekretaris Camat Medan Selayang, Rinaldi Syahputra Siagian, perwakilan Dinas Perhubungan Kota Medan, Julius Simarmata, perwakilan Dinas SDABMBK Kota Medan, Armansyah Lubis, dan perwakilan Puskesmas PB Selayang II, Ingan Malem Sembiring.
Menanggapi hal itu, perwakilan Dishub Medan, Julius Simarmata, mengaku akan segera menindaklanjuti masalah ini dengan mengirimkan petugas Dishub Medan ke lokasi-lokasi yang dimaksud.
"Masalah ini akan saya sampaikan langsung kepada pimpinan. Kebetulan kita punya tim khusus untuk menertibkan masalah parkir ini, namanya Tim Cakrawala. Tim Cakrawala akan langsung turun ke lapangan," janjinya.
Salah seorang warga, Hutabarat, mengeluhkan kondisi banyaknya parkir liar di sekitar tempat tinggalnya.
"Kadang saya cuma ke tempat fotokopi sebentar, hanya satu atau dua menit. Yang mau difotokopi pun hanya Rp1.000, tapi langsung dikutip parkir Rp2.000. Terkadang sampai bertengkar kita gara-gara parkir ini. Yang ngutip parkirnya pun entah siapa-siapa, betul atau tidak dia itu tukang parkir resmi pun kita nggak tahu," keluh Hutabarat.
Keluhan juga disampaikan Fatimah dan Laura soal banyaknya LPJU yang mati di kawasan tempat tinggal mereka.
Terkait kondisi itu, Dimas meminta Dishub Medan sebagai OPD terkait untuk segera memperbaiki lampu-lampu yang mati tersebut.
"Saya minta kepada Dishub Medan, paling lama dua minggu lampu-lampu itu sudah kembali menyala. Kalau tidak menyala juga, saya yang akan perbaiki dengan dana pribadi saya," tegas Dimas.
Warga lainnya, Ana Batubara, mengeluhkan mahalnya harga bahan-bahan pokok setelah libur sekolah usai.
"Sejak MBG aktif lagi, bahan pokok jadi mahal, Pak. Kemarin waktu libur sekolah harga ayam Rp23.000/kg, sekarang jadi Rp38.000/kg. Kok bisa begini, Pak?" tanya Ana.
Menjawab itu, Dimas mengatakan bahwa sejatinya MBG merupakan program yang sangat baik dari Pemerintah Pusat. Program ini bertujuan mencukupi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia.
"Jangan salahkan MBG-nya, program ini tujuannya baik. Untuk masalah ini, saya akan minta Pemko Medan melalui OPD terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan, serta PUD Pasar Kota Medan untuk memantau dan menjaga stabilitas harga pangan di Kota Medan," jawabnya.
Di akhir kegiatan, Dimas mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua yang hadir, agar mengawasi pergaulan anak-anak mereka. Mengingat, Sumatera Utara masih menjadi provinsi dengan tingkat peredaran narkoba tertinggi di Indonesia.
"Jaga anak-anak kita, Bapak/Ibu, jangan sampai terjerat bahaya narkoba. Masa depan mereka harus kita jaga, harus kita selamatkan," pungkasnya. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Dari Marbot Masjid, Raihan Kini Menjadi Penghulu di Lumban Julu




















