DPRD Medan Dorong Pustu Tanjungsari Naik Status Jadi Puskesmas

Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Golkar, Dimas Sofani Lubis saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan Pasar I, Kelurahan Tanjungsari. (foto:dokumen markus/mistar)
Medan, MISTAR.ID, (19/7/2026) – Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Golkar, Dimas Sofani Lubis, mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk meningkatkan status Puskesmas Pembantu (Pustu) Tanjungsari menjadi Puskesmas.
Pasalnya, Pustu Tanjungsari hanya memiliki 13 orang petugas, termasuk tenaga kesehatan (nakes), yang harus melayani sekitar 36.600 masyarakat.
Hal itu ditegaskan Dimas Sofani Lubis saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan Pasar I, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (19/7/2026).
"Pustu Tanjungsari sudah selayaknya naik menjadi Puskesmas. Dengan 'naik kelas' menjadi Puskesmas, Pustu Tanjungsari dapat menambah jumlah petugas yang ada di sana. Bayangkan saja, saat ini jumlah petugas di sana hanya 13 orang, sementara masyarakat yang harus dilayani lebih dari 30 ribu jiwa," ucap Dimas.
Dikatakan Dimas, dengan ditingkatkannya status menjadi Puskesmas, fasilitas di Pustu Tanjungsari juga dapat ditingkatkan.
"Puskesmasnya sudah layak untuk diperluas dan dilengkapi fasilitasnya, sebab ada puluhan ribu masyarakat yang harus dilayani. Ini sudah saya dorong agar Pustu Tanjungsari dapat ditingkatkan menjadi Puskesmas," ujarnya.
Meskipun begitu, dr. Dimas Sofani Lubis meminta para petugas di Pustu Tanjungsari yang ada saat ini agar tetap melayani masyarakat dengan sebaik mungkin.
"Meskipun begitu, kita minta petugas di Puskesmas tetap melayani masyarakat dengan senyum. Walaupun memikul beban berat karena harus melayani banyak masyarakat, tetaplah melayani dengan ramah," pintanya.
Sebelumnya, salah seorang masyarakat Kelurahan Tanjungsari, Drs. Abdul Wahab Simatupang, mengeluhkan lambatnya pelayanan di Pustu Tanjungsari. Tak hanya itu, para petugas di Pustu Tanjungsari juga dinilai tidak ramah, bahkan terkesan ketus kepada pasien.
"Banyak masyarakat yang tidak dilayani dengan baik, seharusnya pelayanan di puskesmas dapat dibenahi. Bersikaplah ramah, layani masyarakat dengan cepat tanpa membeda-bedakan antara satu dengan yang lain," ungkap Abdul Wahab.
Menjawab hal itu, Kepala Pustu Tanjungsari, dr. Siska, menjelaskan kondisi yang saat ini terjadi pada Pustu yang dipimpinnya.
"Perlu bapak/ibu ketahui bahwa saat ini petugas di Pustu Tanjungsari hanya 13 orang. Sementara, kami bertugas untuk melayani 36.600 warga. Ini jumlah yang sangat tidak ideal, tetapi kami terus bekerja keras dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," jawabnya.
Pada kesempatan itu, Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Sumut, Rusdi Lubis, yang juga merupakan orang tua Dimas Sofani Lubis, mengajak setiap orang tua yang hadir untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Tak hanya itu, Rusdi Lubis juga mengajak para orang tua yang hadir untuk mendidik anak-anaknya dengan cita-cita setinggi-tingginya. Dengan cita-cita yang tinggi, anak akan termotivasi untuk belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh agar dapat menggapai impian yang diinginkan.
"Sampaikan kepada anak-anak kita, bercita-citalah setinggi langit dan jangan pernah takut bermimpi. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, sibuklah mengejar mimpi sehingga terhindar dari hal-hal buruk seperti narkoba dan yang lainnya. InsyaAllah dengan keseriusan dan kerja keras, semua cita-cita itu akan terwujud," tutupnya. (hm27)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















