BPS Sumut Proyeksikan Luas Panen dan Produksi Jagung 2026 Meningkat

Lahan pertanian jagung. (Foto: Shutterstock/MISTAR)
Medan, MISTAR.ID (7/11/2026) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatat tren positif pada sektor pertanian jagung sepanjang 2026. Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA), luas panen dan produksi jagung di Sumut diproyeksikan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, menjelaskan bahwa realisasi luas panen jagung pipilan selama Januari hingga September 2026 mencapai 172,78 ribu hektare. Angka tersebut meningkat 12,92 ribu hektare atau tumbuh 8,08 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yakni 159,86 ribu hektare.
"Pada triwulan terakhir, Oktober hingga Desember 2026, luas panen diperkirakan sekitar 57,52 ribu hektare. Dengan demikian, total luas panen jagung pipilan di Sumut sepanjang 2026 diproyeksikan mencapai 230,29 ribu hektare," katanya, Sabtu (7/11/2026).
Proyeksi tersebut meningkat 26,68 ribu hektare atau tumbuh 13,10 persen dibandingkan luas panen pada 2025 yang mencapai 203,61 ribu hektare.
Asim menyebutkan, puncak panen jagung pipilan pada 2026 terjadi pada Juni dengan luas panen mencapai 29,45 ribu hektare. Kondisi ini bergeser dibandingkan 2025, ketika puncak panen terjadi pada Juli dengan luas 28,65 ribu hektare.
Secara keseluruhan, luas panen jagung berdasarkan hasil KSA mencakup tiga jenis pemanfaatan, yakni panen hijauan seluas 2,03 ribu hektare, panen jagung muda 8,22 ribu hektare, dan mayoritas berupa panen jagung pipilan.
Sementara itu, berdasarkan Angka Sementara (ASEP) 2026, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 28 persen (JPK-KA28) selama Januari hingga Desember 2026 diperkirakan mencapai 2,05 juta ton. Jumlah tersebut meningkat 0,32 juta ton atau 18,25 persen dibandingkan produksi 2025 yang tercatat sebesar 1,73 juta ton.
Produksi bulanan tertinggi diperkirakan terjadi pada Juni 2026, yakni mencapai 0,27 juta ton.
Jika dikonversikan ke standar kadar air 14 persen, produksi jagung pipilan kering (JPK-KA14) selama Januari hingga Desember 2026 diproyeksikan mencapai 1,51 juta ton. Angka ini naik 0,23 juta ton atau 18,25 persen dibandingkan produksi pada 2025 yang mencapai 1,28 juta ton.
"Estimasi produktivitas per hektare dihitung melalui Survei Ubinan berbasis web yang terintegrasi dengan penapisan data pencilan (outlier). Konversi produksi dilakukan berdasarkan hasil Survei Konversi Jagung (SKJG) 2020, dengan angka konversi 75,67 persen untuk kadar air 28 persen dan 55,94 persen untuk kadar air 14 persen," ucapnya.
BPS menyatakan angka produksi jagung 2026 masih berstatus sementara karena memperhitungkan potensi luas panen pada triwulan IV. Angka tersebut masih dapat disesuaikan setelah seluruh data realisasi panen Oktober hingga Desember 2026 terkumpul.








































