Bapenda Sumut Klaim Realisasi PAD 2026 Sudah Tembus 50 Persen

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Utara Sutan Tolang Lubis. (Foto: Iqbal/Mistar)
Medan, MISTAR.ID – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengklaim realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Retribusi sudah melebihi 50 persen dari target yang ditetapkan pada 2026.
"Target PAD kami sebesar Rp6.967.065.771.493 tahun ini, sementara update per 28 Juli kemarin, realisasi PAD sudah Rp3.484.237.120.384 atau kalau dipersentasekan sebesar 50,01 persen," ujar Kepala Bapenda Sumut Sutan Tolang Lubis, Jumat (31/7/2026).
Melalui data yang diberikannya, Sutan merincikan jumlah realisasi PAD tersebut berasal dari tujuh jenis pajak daerah yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Pajak Air Permukaan, Pajak Rokok, Pajak Alat Berat dan Opsen MPLB.
Ia mengatakan pihaknya terus mengupayakan realisasi PAD agar bisa mencapai target yang telah ditetapkan yakni sebesar Rp6,9 triliun lebih sepanjang 2026. Sejumlah program pun telah dilakukan oleh pihaknya.
"Untuk meningkatkan PAD kita adalah sejumlah program, salah satunya Gebyar Pajak. Program ini sudah sering kita sosialisasikan, tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kewajibannya untuk membayar pajak khususnya PKB," ucap Sutan.
Mantan Kepala Kepegawaian Daerah Sumut tersebut pun mengatakan pihaknya saat ini terus melakukan sosialisasi hingga ke laporan masyarakat terkecil.
"Selain Gebyar Pajak, kita juga ada program Gerakan Sadar Pajak Kendaraan atau kita kenal GAS-KEN, ini teknik sosialisasi yang kita lakukan sampai ke lapisan masyarakat bahkan door to door," tuturnya.
Selain PAD, Sutan juga menjelaskan perkembangan pendapatan dari retribusi daerah yang saat ini realisasinya juga sudah mencapai 50 persen lebih dari target yang sudah ditetapkan di tahun ini.
Adapun retribusi daerah terbagi tiga yakni retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha dan retribusi perizinan tertentu.
"Hingga 28 Juli kemarin juga realisasi retribusi total sebesar Rp143.298.118.898 dari target tahun ini Rp243.205.558.747 atau jika dipersentasekan sebesar 58,92 persen dari target," katanya.[]




















