Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
MEDAN

Bank Makanan Pertama di Sumatera: Lahir dari Gerakan Anak Muda

Mistar.idSelasa, 14 Oktober 2025 pukul 06.00 WIB
bank_makanan_pertama_di_sumatera_lahir_dari_gerakan_anak_muda

Stand Aksata Pangan pada salah satu kegiatan kemahasiswaan (Foto: Susan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Aksata Pangan merupakan bank makanan pertama di Kota Medan. Organisasi non-profit ini bergerak secara independen untuk mendistribusikan makanan berlebih dengan tujuan memastikan siklus pangan tak terputus.

“Aksata artinya tak terputus. Kami ingin menjadi penjembatan antara orang-orang yang memiliki akses pangan dengan orang-orang yang tidak memiliki akses pangan,” kata Karina Nursyafira kepada Mistar, Senin (13/10/2025).

Ia menjelaskan, bahwa Aksata Pangan mendukung dua isu utama, yaitu food loss and waste serta food insecurity. “Visi kita adalah memastikan agar setiap orang yang membutuhkan, bisa makan di piringnya,” tuturnya.

Karina menjelaskan bahwa Aksata Pangan sudah ada sejak 2018 melalui komunitas anak muda bernama Food Truck Sedekah. “Tapi kalau secara legal di tahun 2021 dengan nama Yayasan Aksata Pangan Indonesia,” ujarnya.

Gerakan itu berawal dari inisiatif salah satu pendiri, Laras, yang ingin mengajak teman-temannya bersedekah. Tahun 2019 mereka mulai menyalurkan telur-telur kecil yang masih layak konsumsi, dan saat pandemi 2020 mereka menyalurkan bantuan pangan dari salah satu perusahaan FMCG.

Dari pengalaman itu, mereka membangun Aksata Pangan secara mandiri. Saat ini Aksata Pangan menerima makanan dari hotel, toko roti, dan perusahaan FMCG.

“Day-to-day operation kami ada donor dari (hotel) JW Marriott. Kami menyelamatkan makanan berlebih dari breakfast, lunch, dinner, yang masih layak konsumsi, lalu dibagikan ke masyarakat yang membutuhkan,” ucap Karina.

Distribusi dilakukan dengan dua cara, yaitu langsung kepada penerima manfaat dan melalui organisasi mitra.

“Kami kerja sama dengan Kelurahan Mabar Hilir untuk pilot project dengan 100 keluarga prasejahtera, dan juga dengan 19 organisasi penerima manfaat seperti panti asuhan, rumah baca, sanggar, dan komunitas,” katanya.

Karina menambahkan, Aksata Pangan kini menjadi bagian dari Global Food Banking Network bersama Scholar of Sustenance Indonesia dan Food Cycle Indonesia.

“Kita ingin masyarakat lebih aware ya, lebih sadar. Jangan membuang-buang makanan lagi,” katanya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN