Ketahui Cara Panggang Ubi Jalar Ala Korea, Tekstur Jadi Mirip Goguma

Ubi panggang. (Foto: Sayur Box)
Jakarta, MISTAR.ID
Metode memanggang ubi jalar yang viral dari Korea Selatan sedang ramai diperbincangkan karena diklaim bisa menghasilkan tekstur lebih lembut dan creamy. Teknik ini cukup sederhana karena hanya menambahkan tahap perendaman dalam air es di tengah proses pemanggangan.
Mengutip Food & Wine, Rabu (25/3/2026), metode tersebut dipopulerkan kreator James Park dan disebut meniru tekstur goguma, yakni ubi panggang yang lazim dijual di minimarket Korea.
Tekniknya dilakukan dalam beberapa langkah. Ubi lebih dulu dipotong tipis pada kedua ujungnya, lalu dipanggang pada suhu 375 derajat Fahrenheit atau sekitar 190 derajat Celsius selama 20 menit.
Setelah itu, ubi direndam dalam air es selama dua menit sebelum kembali dipanggang pada suhu 425 derajat Fahrenheit atau sekitar 218 derajat Celsius selama 25 menit.
Jenis ubi yang biasa dipakai adalah ubi berkulit ungu dengan daging putih, yang kerap dikenal sebagai ubi Korea atau ubi Jepang. Varietas ini punya tekstur lebih padat, rasa yang tidak terlalu manis, dan cita rasa yang sedikit menyerupai kacang.
Dalam uji coba yang dilakukan, hasil metode ini dinilai tidak berbeda jauh dibanding cara panggang biasa. Ubi yang melalui tahap air es memang terasa sedikit lebih lembut, tetapi selisih teksturnya tipis dan tidak terlalu menonjol.
Pengujian juga dilakukan pada jenis ubi lain, termasuk ubi garnet yang berdaging oranye. Hasilnya tetap serupa, yakni perbedaan antara metode viral dan metode konvensional nyaris tidak terlihat jelas. Tanpa penanda khusus, perbedaannya sulit dikenali.
Meski begitu, teknik ini disebut memiliki kelebihan lain yang cukup terasa, yaitu kulit ubi menjadi lebih mudah dilepaskan setelah matang. Kulitnya dapat dikupas dengan cepat tanpa bantuan alat tambahan.
Secara ilmiah, kombinasi proses panas, dingin, lalu panas kembali dapat memengaruhi struktur pati pada ubi. Perubahan itu bisa membuat teksturnya sedikit lebih lunak, meski dampaknya tidak terlalu besar.
Pakar menilai efek creamy pada hasil akhir justru lebih banyak dipengaruhi oleh jenis ubi yang digunakan, khususnya ubi Korea atau Jepang yang memang memiliki kadar pati lebih tinggi.
Secara umum, metode viral ini tidak mengubah tekstur secara drastis. Namun, teknik tersebut tetap memberi sedikit perbedaan pada kelembutan ubi sekaligus mempermudah proses pengupasan setelah matang. (hm20)






















