Saturday, June 20, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Vegan Bagus Sejak Dini, Dokter: Penyakit Jantung dan Diabetes Kini Menyerang Usia Muda

Mistar.idSabtu, 20 Juni 2026 18.33
journalist-avatar-top
BS
vegan_bagus_sejak_dini_dokter_penyakit_jantung_dan_diabetes_kini_menyerang_usia_muda

dr Willey Elliot saat memberikan edukasi kesehatan kepada peserta (foto:berry/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Pola hidup vegan dinilai semakin relevan diterapkan generasi muda di tengah meningkatnya kasus penyakit degeneratif yang kini mulai menyerang usia lebih muda.

Pesan ini disampaikan dr. Willey Elliot yang menjadi pembicara dalam kegiatan Medan Vegan Event 2026. Menurutnya, menjaga kesehatan seharusnya dimulai sejak dini melalui perubahan pola makan.

Menurut Willey, persepsi lama bahwa gaya hidup vegetarian atau vegan identik dengan kalangan lanjut usia kini sudah berubah.

Saat ini, justru anak muda perlu mulai mempertimbangkan pola makan berbasis nabati sebagai langkah pencegahan penyakit serius di masa depan.

“Kalau dulu image orang vegetarian atau vegan itu identik dengan orang tua. Sekarang justru anak-anak muda perlu mulai bervegan, karena kita ingin menjaga kesehatan sedini mungkin. Sekarang penyakit seperti hipertensi, diabetes, sampai jantung koroner sudah menyerang usia muda,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).

Willey turut membahas pola makan vegan dari sisi kesehatan, sekaligus menjawab anggapan umum bahwa seseorang yang tidak mengkonsumsi daging berisiko kekurangan gizi.

Ia menjelaskan berbagai nutrisi penting yang selama ini dianggap hanya bisa diperoleh dari produk hewani ternyata tersedia dalam sumber pangan nabati dengan kandungan yang tidak kalah tinggi.

“Banyak orang berpikir kalau vegan berarti kurang gizi karena tidak makan daging. Padahal pengganti daging itu banyak sekali. Contohnya tahu dan tempe yang tinggi protein dan kalsium,” katanya.

Selain protein, Willey menyebut sumber nutrisi lain seperti omega-3 juga dapat diperoleh dari bahan pangan nabati seperti biji bunga matahari dan minyak zaitun.

Sementara zat besi yang sering dikaitkan dengan konsumsi daging merah, menurutnya banyak ditemukan pada sayuran seperti bayam hijau maupun bayam merah.

“Jadi sebenarnya kita tidak perlu takut harus konsumsi hewani untuk mendapatkan nutrisi tertentu, karena ada banyak penggantinya yang bisa mencukupi kebutuhan tubuh,” tuturnya.

Ia menegaskan pola makan vegan dapat diterapkan oleh siapa saja tanpa batasan usia maupun kondisi tertentu. Menurutnya, bayi, anak-anak, orang dewasa, ibu hamil hingga atlet sekalipun tetap dapat menjalani pola hidup vegan selama kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan baik.

“Saya juga punya pasien ibu hamil yang vegan dan bayinya lahir sehat, otomatis bayinya sudah jadi bayi vegan. Jadi sebenarnya semua orang boleh bervegan, tidak ada batasan,” katanya.

Willey juga mencontohkan sejumlah atlet dunia yang diketahui menjalani pola hidup vegan dan menjadi bukti bahwa kebutuhan energi serta pembentukan massa otot tidak selalu harus bergantung pada konsumsi daging.

Sebagai langkah awal bagi masyarakat yang ingin mulai mencoba pola hidup vegan, Willey menyarankan perubahan dilakukan secara bertahap agar tubuh dan kebiasaan sehari-hari bisa beradaptasi.

“Mulai saja dari diri sendiri. Kalau belum bisa setiap hari, mulai seminggu sekali, lalu dua kali seminggu, sampai akhirnya bisa berkomitmen menjalani vegan sepenuhnya,” ujarnya.

Ia berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, mulai sadar pentingnya menjaga kesehatan sejak awal sebelum penyakit serius datang di usia produktif.

“Menjaga kesehatan itu bukan menunggu tua. Justru sekarang anak muda sudah banyak terkena penyakit jantung dan penyakit degeneratif lainnya. Karena itu kita perlu mulai menjaga tubuh sedini mungkin,” tuturnya. (*)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN