Medan Vegan Event 2026 Kampanyekan Hidup Sehat Tanpa Daging dan Soroti Eksploitasi Hewan

Juri sedang menilai hasil lomba masak peserta (foto:berry/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Gaya hidup sehat tidak harus bergantung pada konsumsi daging. Pesan itu menjadi kampanye utama yang disampaikan dalam Medan Vegan Event 2026 yang digelar di Plaza Millenium, Medan pada Sabtu (20/6/2026), sekaligus mengajak masyarakat lebih sadar terhadap praktik eksploitasi hewan yang selama ini terjadi dalam industri pangan.
Inisiator kegiatan, Daniel Halim, mengatakan acara tersebut digelar untuk mengedukasi masyarakat bahwa pola makan vegan bukan hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan hewan.
“Tujuan terbesar kami adalah mengkampanyekan pola hidup sehat dan mengkampanyekan vegan. Banyak orang selama ini tidak sadar bahwa di balik piring kita, di balik minuman kita, banyak terjadi kekejaman, eksploitasi, dan penindasan terhadap hewan ternak,” kata Daniel.
Menurut Koordinator Animal Voice Indonesia (AVI) itu, manusia selama ini terbiasa mengkonsumsi produk hewani tanpa memahami proses panjang yang terjadi di industri peternakan.
Ia mencontohkan praktik produksi susu sapi, di mana anak sapi dipisahkan dari induknya sesaat setelah lahir agar susu dapat diproduksi untuk konsumsi manusia.
“Itu sebenarnya hak anaknya, bukan jatah kita. Tapi industri mengambil anaknya, memisahkan secara paksa, lalu susunya diperas untuk dipasarkan. Setelah tidak produktif, hewan itu dibuang,” ujarnya.
Daniel juga menyoroti kondisi ayam petelur yang hidup dalam kandang sempit sepanjang masa produksinya, hingga praktik eksploitasi hewan.
Ia menjelaskan, Medan Vegan Event 2026 yang merupakan kolaborasi AVI dan 21 Hari Vegan, menghadirkan berbagai kegiatan edukatif seperti lomba memasak makanan vegan, seminar nutrisi kesehatan bersama dokter yang menerapkan pola hidup vegan, tenant produk UMKM vegan, hingga hiburan musik.
Daniel menjelaskan lomba memasak sengaja dihadirkan untuk mematahkan anggapan bahwa makanan vegan sulit dibuat dan tidak memiliki rasa yang menarik.
“Kami ingin menunjukkan bahwa makanan vegan itu ternyata enak dan tidak sesulit yang dibayangkan. Ini bagian dari edukasi publik,” tuturnya.
Selain masyarakat umum, kegiatan ini juga diikuti berbagai kalangan mulai dari pelajar, pelaku UMKM, hingga sejumlah institusi seperti sekolah dan dinas terkait.
Daniel berharap kampanye ini dapat membangun kesadaran masyarakat bahwa hidup sehat dapat dijalani tanpa harus mengeksploitasi makhluk hidup lain.
“Selama ini orang percaya bahwa protein hanya bisa didapat dari daging. Bagi kami itu hanya mitos. Kita bisa hidup sehat tanpa menyakiti hewan dan tanpa mengeksploitasi mereka,” katanya.
Medan Vegan Event 2026 menjadi penyelenggaraan perdana di Kota Medan. Daniel berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai bagian dari kampanye membangun pola hidup sehat, sekaligus mendorong kehidupan yang lebih berdampingan dengan seluruh makhluk hidup di bumi. (*)
BERITA TERPOPULER






















