Guru PJOK Didorong Jadi Motor Perubahan Gaya Hidup Sehat di Sekolah

Para guru PJOK mengikuti kegiatan workshop di Nutrihub Medan. (Foto: Istimewa/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) didorong untuk mengambil peran lebih luas sebagai pemimpin perubahan budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.
Melalui workshop tahap lanjutan program Nutrifood Physical Education Teacher (NPET), para guru tidak lagi hanya diarahkan mengajarkan keterampilan olahraga, tetapi juga membangun kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan pada murid.
Workshop bertajuk ‘Desain & Implementasi Pembelajaran PJOK Bermakna: Upaya Membangun Budaya Hidup Sehat di Sekolah’ ini digelar Nutrifood bersama Guru Belajar Foundation di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Medan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tahap lanjutan program NPET yang tahun ini diikuti ribuan guru PJOK dari seluruh Indonesia.
CEO Nutrifood, Mardi Wu, mengatakan guru PJOK memiliki posisi penting dalam membentuk fondasi gaya hidup sehat sejak dini. Menurutnya, sekolah merupakan ruang strategis untuk menanamkan kebiasaan sehat yang berdampak jangka panjang bagi kehidupan anak, mulai dari literasi, pelibatan orang tua, hingga penguatan karakter siswa.
“Dengan pembelajaran yang tepat, guru dapat membantu mendorong kesadaran siswa serta memberikan praktik hidup sehat yang akan terbawa sampai dewasa,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Program NPET sendiri dirancang untuk membekali guru PJOK menjadi teladan gaya hidup sehat dengan mengintegrasikan aktivitas fisik, nutrisi seimbang, dan istirahat berkualitas dalam pembelajaran. Dalam workshop tersebut, peserta mendapat penguatan terkait strategi pembelajaran kreatif, teknik pelibatan murid, hingga penyusunan modul ajar dan asesmen yang lebih aplikatif.
Ketua Operasional Guru Belajar Foundation, Maman Basyaiban, menegaskan bahwa peran guru PJOK kini tidak lagi terbatas pada pengajaran olahraga semata, tetapi juga sebagai pemimpin perubahan gaya hidup yang mengajarkan keterampilan dan kesadaran siswa akan pentingnya hidup sehat.
“Perubahan tersebut perlu didorong melalui pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam dan dekat dengan kehidupan sehari-hari murid,” tuturnya.
Dengan pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning, perubahan perilaku hidup sehat diharapkan tidak bersifat sementara, melainkan menjadi kebiasaan yang berkelanjutan.
Program NPET tahun ini diminati 4.413 pendaftar, dengan 3.535 peserta terpilih mengikuti tahap dasar. Para peserta sebelumnya telah menjalani asesmen awal, pembelajaran menjadi guru belajar, penguatan fondasi gaya hidup sehat, pelatihan guru konten kreator, hingga pendampingan.
Workshop tahap lanjutan dilaksanakan secara luring di 18 Nutrihub yang tersebar di sejumlah daerah, di antaranya Medan, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, hingga Padang. Selain itu, tersedia juga tiga sesi daring bagi peserta yang berada di luar jangkauan lokasi kegiatan.
Salah seorang peserta, Luther Sinaga dari SDN 114343 Sukarame, Labuhanbatu, Sumatera Utara, mengaku materi yang diperoleh dalam workshop dapat menjadi bekal untuk diterapkan di sekolah.
Ia mengatakan pembelajaran yang diterima mendorong guru untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti makan sehat dan aktivitas fisik, melalui pembelajaran PJOK yang menggembirakan bagi murid.
Hal serupa disampaikan Wulansari Sitohang dari SDN 30 Pasar Lapan, Batubara. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru karena mempertemukannya dengan guru-guru dari berbagai daerah di Sumatera Utara yang memiliki visi sama dalam menanamkan pola hidup sehat sejak dini di lingkungan sekolah.
Setelah workshop ini, peserta akan memasuki tahap implementasi pembelajaran di sekolah masing-masing, pendampingan, hingga publikasi cerita perubahan guru sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan dalam program NPET. (hm25)
























