Transformasi Posyandu Jadi Prioritas, Ketua TP PKK Asahan Tinjau Tiga Lokasi Pelayanan

Ketua TP PKK Asahan melakukan imunisasi terhadap balita. (foto:diskominfo/mistar)
Asahan, MISTAR.ID (8/7/2026) – Transformasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) menjadi pusat layanan masyarakat berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) terus didorong di Kabupaten Asahan. Untuk memastikan program tersebut berjalan optimal, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, melakukan monitoring langsung ke tiga Posyandu di dua kecamatan, Rabu (8/7/2026).
Kunjungan diawali di Posyandu Gelatik, Kelurahan Dadi Mulyo, Kecamatan Kota Kisaran Barat. Selanjutnya, rombongan meninjau Posyandu Mutiara Satu di Dusun II, Kecamatan Sei Dadap, dan mengakhiri kegiatan di Posyandu Cempaka II, Dusun III, Desa Perkebunan Sei Dadap III/IV.
Dalam peninjauan tersebut, Ny. Yusnila didampingi Staf Ahli TP PKK Kabupaten Asahan, pengurus TP PKK, Camat Kota Kisaran Barat, Camat Sei Dadap, kepala puskesmas, lurah, ketua TP PKK kecamatan dan kelurahan, serta para kader Posyandu.
Di setiap lokasi, Ketua TP PKK Asahan melihat langsung pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat, mulai dari pemeriksaan kesehatan ibu hamil, pelayanan balita, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga pelayanan bagi kelompok lanjut usia. Ia juga berdialog dengan para kader untuk mendengar berbagai kendala yang dihadapi dalam memberikan pelayanan di tingkat desa dan kelurahan.
Menurut Ny. Yusnila, Posyandu saat ini tidak lagi hanya identik dengan penimbangan balita atau pelayanan kesehatan ibu dan anak. Sejalan dengan kebijakan pemerintah, Posyandu telah bertransformasi menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mengintegrasikan berbagai sektor penting.
"Transformasi Posyandu harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Posyandu kini menjadi pusat pelayanan terpadu yang menghadirkan layanan dasar secara lebih luas dan lebih mudah diakses," ujarnya.
Ia menjelaskan, transformasi tersebut mengacu pada enam Standar Pelayanan Minimal yang meliputi bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.
Pada sektor kesehatan, Posyandu diharapkan mampu memberikan pelayanan sepanjang siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lanjut usia. Layanan tersebut juga mencakup imunisasi, pemantauan status gizi, pencegahan stunting, hingga edukasi pola hidup sehat.
Sementara pada sektor pendidikan, Posyandu berperan mendukung layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), edukasi keluarga, serta peningkatan literasi masyarakat. Di bidang pekerjaan umum dan perumahan, Posyandu turut mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi yang layak, akses air bersih, serta lingkungan tempat tinggal yang sehat.
Adapun pada bidang sosial serta ketenteraman dan ketertiban umum, Posyandu diharapkan menjadi ruang penguatan kepedulian sosial, edukasi kesehatan mental, hingga mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga.
Ny. Yusnila mengingatkan bahwa keberhasilan transformasi Posyandu sangat bergantung pada dedikasi para kader yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan di tengah masyarakat.
"Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Terus tingkatkan kualitas pelayanan agar Posyandu benar-benar menjadi tempat yang memberikan manfaat nyata bagi setiap keluarga," pesannya. (hm27)























