Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Super Flu Belum Ditemukan di Siantar, Warga Diminta Tetap Jaga Pola Hidup Sehat

Mistar.idSelasa, 13 Januari 2026 pukul 10.55 WIB
super_flu_belum_ditemukan_di_siantar_warga_diminta_tetap_jaga_pola_hidup_sehat

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Pematangsiantar, Urat Simanjuntak. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pematangsiantar memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus penyakit super flu di wilayahnya. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan tetap menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan dini terhadap berbagai penyakit menular.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Pematangsiantar, Urat Simanjuntak, menyampaikan pemantauan kesehatan masyarakat terus dilakukan secara berkala melalui fasilitas layanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit.

“Sampai hari ini, tidak ada laporan maupun temuan kasus super flu di Kota Pematangsiantar. Namun kewaspadaan tetap perlu kita jaga,” ujar Urat Simanjuntak, Selasa (13/1/2026).

Menurut Dinkes, kunci utama menjaga daya tahan tubuh terletak pada pola makan sehat dan perilaku hidup bersih. Asupan gizi seimbang menjadi fondasi penting agar tubuh mampu melawan infeksi, termasuk penyakit yang berpotensi menular melalui saluran pernapasan.

Masyarakat dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi serat dari buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Selain membantu pencernaan, serat juga berperan dalam menjaga kadar gula darah dan memberikan rasa kenyang lebih lama.

Di sisi lain, pemilihan protein berkualitas seperti ikan, daging unggas tanpa kulit, tahu, tempe, serta kacang-kacangan dinilai penting untuk membantu pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh.

Aspek hidrasi juga tak kalah krusial. Dinkes mengingatkan warga agar mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih minimal delapan gelas per hari, serta membatasi konsumsi minuman bersoda atau berenergi yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Selain pola makan, langkah pencegahan sederhana namun efektif juga ditekankan. Masyarakat diminta untuk rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol.

Menghindari kontak dekat dengan orang yang menunjukkan gejala flu seperti batuk, pilek, dan demam juga menjadi langkah penting untuk memutus rantai penularan.

“Jika sedang sakit, sebaiknya beristirahat di rumah dan tidak beraktivitas di luar. Ini bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga orang lain,” ujarnya.

Etika batuk dan bersin turut menjadi perhatian. Warga dianjurkan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau siku tertekuk, kemudian segera membuang tisu bekas ke tempat sampah. Penggunaan masker, terutama di tempat umum atau saat berada di dekat orang sakit, dinilai dapat membantu menurunkan risiko penularan.

Dinkes berharap dengan kombinasi pola hidup sehat dan disiplin menerapkan langkah pencegahan, masyarakat Pematangsiantar dapat tetap terlindungi.

“Ketiadaan kasus bukan alasan untuk abai. Justru ini momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya kesehatan. Kalau batuk, pakailah masker agar orang-orang di sekitar kita tidak risih dan tertular,” tuturnya. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN