Bakar Ayah Kandung: Lurah Ungkap Sosok Embang, Kepling Sebut Pernah Jadi Residivis

Embang (tanpa baju) saat diamankan warga di lokasi kejadian. (foto:dokumen kepling/mistar)
Medan, MISTAR.ID (19/7/2026) – Embang Paulusa dikenal kurang baik di lingkungan tempat tinggalnya. Warga sekitar juga mengaku geram atas perbuatannya yang tega membakar ayah kandungnya, Yulises Lumumba DT.
Menurut Lurah Lalang, Umar Dani, Embang dikenal kurang berbaur dengan masyarakat. Warga pun mengaku kurang menyukai perilakunya. Kondisi itu berbanding terbalik dengan ayahnya, Yulises Lumumba DT, yang dikenal baik di lingkungan sekitar.
"Kalau keseharian si anak ini di lingkungan saya dengar kurang lah. Di masyarakat ini kurang berteman. Kalau orang tuanya memang bagus bermasyarakat," tuturnya.
Umar melanjutkan, Embang sebelumnya tinggal di Aceh bersama istrinya. Namun, ia diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sehingga kembali ke rumah orang tuanya.
"Infonya dia dulu sempat berkeluarga di Aceh. Jadi KDRT dia diusir pindah ke sini. Nah di sini juga dia membuat onar segala macam," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lingkungan (Kepling) VI Kelurahan Lalang, Nanda Amri, mengatakan Embang merupakan seorang residivis. Sebelumnya, ia pernah terlibat kasus begal dan ditahan di Polsek Helvetia.
"Pernah dia masuk karena kasus begal. Yang nangkap Polsek Helvetia. Dia jalani hukuman sekitar 2 tahun," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang anak berusia sekitar 30-an tega membakar ayah kandungnya yang berusia sekitar 60 tahun di Gang Wakaf, Jalan Pinang Baris, Kecamatan Sunggal, Kota Medan, Jumat (17/7/2026).
Aksi itu dilakukan sang anak setelah cekcok dengan ayahnya di halaman rumah sekitar pukul 22.30 WIB. Diduga karena kesal, sang anak tiba-tiba berlari mengambil satu botol berisi bensin, kemudian menyiramkannya ke tubuh ayahnya sebelum membakarnya. (hm27)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















