Monday, July 20, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Nyeri Dada Berulang Tak Selalu dari Jantung, Ini Penyebab Umumnya

Mistar.idJumat, 5 Desember 2025 pukul 08.05 WIB
nyeri_dada_berulang_tak_selalu_dari_jantung_ini_penyebab_umumnya

Ilustrasi. (Foto: Alodokter)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Nyeri dada kerap menimbulkan rasa takut karena identik dengan gangguan jantung. Namun secara medis, keluhan tersebut bisa bersumber dari beragam sistem tubuh, termasuk pernapasan, pencernaan, hingga kondisi psikologis.

Rasa nyeri dapat muncul kapan saja, dengan intensitas ringan sampai berat. Sebagian penderita melaporkan nyeri yang hilang-timbul dan berulang.

Tenaga kesehatan menegaskan, diagnosis mandiri (self-diagnose) tidak dapat memastikan penyebab nyeri dada. Pemeriksaan menyeluruh menjadi satu-satunya cara menentukan pemicunya.

Melansir dari CNNIndonesia, Jumat (5/12/2025) berdasarkan laporan Medical News Today, menyebutkan sejumlah penyebab umum nyeri dada berulang antara lain:

1. Serangan jantung, ditandai nyeri kuat mendadak di tengah dada seperti ditekan, berlangsung lebih dari beberapa menit, serta menjalar ke leher, rahang, pundak, punggung, dan lengan. Gejala lain meliputi pusing, kelelahan, sesak napas, dan keringat berlebih.

2. Angina, yaitu rasa tidak nyaman akibat jantung kurang mendapat suplai darah. Sensasinya dapat berupa tekanan atau diremas, sering muncul saat aktivitas fisik, serta dapat menjalar ke rahang. Kondisi ini juga menjadi faktor risiko serangan jantung.

3. Gangguan pencernaan, seperti refluks asam lambung dan batu empedu, yang umumnya memicu nyeri setelah makan.

4. Masalah otot, akibat cedera, ketegangan, atau sindrom nyeri kronis. Nyeri bersumber otot cenderung membaik saat dipijat dan memburuk ketika menarik napas dalam.

5. Serangan panik, yang sering menimbulkan nyeri mirip serangan jantung, disertai gemetar, kesemutan, mual, sakit perut, keringat, hingga sulit bernapas.

6. Gangguan paru-paru, ditandai nyeri tajam yang memburuk saat bernapas dan sering disertai batuk.

7. Mastitis, yakni infeksi jaringan payudara yang menimbulkan nyeri tajam di dada, pembengkakan payudara, dan demam. Kasus ini umum pada ibu menyusui dan bisa sembuh sendiri, meski infeksi juga dapat memerlukan penanganan medis.

8. Emboli paru, penyumbatan pembuluh darah ke paru-paru akibat gumpalan darah, sering berasal dari kaki. Gejala utamanya nyeri dada hebat dan sesak napas, diikuti pusing, sakit punggung, hingga kuku atau bibir kebiruan. Kondisi ini termasuk darurat medis.

9. Peradangan pada jantung, seperti miokarditis, endokarditis, dan perikarditis, yang dipicu oleh infeksi, penyakit autoimun, atau efek obat. Nyeri dada pada peradangan jantung biasanya tajam, hilang-timbul, dan bisa mereda saat duduk condong ke depan. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN