Diare pada Anak Tidak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Ganggu Tumbuh Kembang

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Medan, MISTAR.ID
Diare pada anak sering kali dianggap sebagai masalah ringan yang akan sembuh dengan sendirinya. Namun, kondisi ini sebenarnya bisa menjadi tanda adanya gangguan pada saluran cerna yang berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, Frieda Handayani Kawanto, menegaskan bahwa kesehatan saluran cerna sangat berpengaruh terhadap proses penyerapan nutrisi dalam tubuh anak.
“Saluran cerna merupakan satu-satunya pintu masuk ke dalam tubuh anak. Jika pencernaannya sehat, proses penyerapan nutrisi juga akan optimal sehingga mendukung tumbuh dan kembang anak secara maksimal,” ujarnya, seperti dilansir dari HaiBunda, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, ketika terjadi gangguan pada sistem pencernaan, proses cerna dan penyerapan zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral tidak dapat berjalan optimal. Akibatnya, kebutuhan nutrisi anak tidak terpenuhi dengan baik.
Lebih lanjut, gangguan saluran cerna yang terjadi sejak awal kehidupan, terutama dalam 1.000 hari pertama, dapat berdampak serius terhadap pertumbuhan anak. Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko menyebabkan stunting serta memengaruhi perkembangan kognitif.
“Jika kesehatan saluran cerna tidak optimal sejak awal kehidupan, maka pertumbuhan anak tidak akan maksimal dan berisiko mengalami stunting,” jelasnya.
Selain itu, gangguan pencernaan juga bisa menyebabkan berat badan anak sulit naik meskipun asupan makan terlihat cukup. Hal ini kerap menjadi keluhan orang tua saat memeriksakan anak ke dokter.
Untuk itu, orang tua perlu memahami tanda-tanda diare yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah durasi diare yang berlangsung lama. Selain itu, konsistensi tinja juga harus diperhatikan, apakah benar-benar cair atau masih terdapat ampas.
Perubahan lain seperti adanya lendir atau darah pada tinja juga menjadi indikator penting yang tidak boleh diabaikan karena bisa menandakan kondisi yang lebih serius.
Tak hanya itu, kondisi umum anak juga perlu diperhatikan, seperti tampak lemas, nafsu makan dan minum menurun, serta frekuensi buang air kecil yang berkurang. Gejala-gejala tersebut bisa mengarah pada dehidrasi.
Menurut dr. Frieda, jika diare disertai demam dan tanda dehidrasi seperti tubuh lemah dan jarang buang air kecil, maka kondisi tersebut sudah tergolong berbahaya dan memerlukan penanganan medis segera.
“Dehidrasi pada anak dapat terjadi dengan cepat dan membutuhkan penanganan segera agar tidak berdampak lebih serius,” tegasnya.
Karena itu, orang tua diimbau untuk tidak menganggap remeh diare pada anak dan segera membawa ke fasilitas kesehatan jika gejala memburuk. (hm25)



















