Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Pemerintah Kota Seoul Berencana Dirikan Bangunan Tinggi di Dekat Kuil Jongmyo

Mistar.idRabu, 19 November 2025 pukul 05.30 WIB
pemerintah_kota_seoul_berencana_dirikan_bangunan_tinggi_di_dekat_kuil_jongmyo

Kuil Jongmyo. (Foto: Bafageh/Mistar)

news_banner

Seoul, MISTAR.ID

Pemerintah Kota Seoul berencana mendirikan bangunan tinggi di dekat Kuil Jongmyo yang merupakan situs Warisan Dunia UNESCO. Rencana ini mendapat teguran dari UNESCO.

Dalam laman resminya, UNESCO menyebut Jongmyo sebagai kuil kerajaan konfusianisme tertua dan paling autentik yang masih lestari hingga kini. Tempat suci yang didedikasikan bagi leluhur Dinasti Joseon (1392–1910) itu mempertahankan bentuknya sejak abad ke-16 dan menyimpan beragam prasasti berisi ajaran para anggota keluarga kerajaan.

Menurut laporan Korea Times, Selasa (18/11/2025), pemerintah Seoul berencana menggandakan batas ketinggian bangunan di wilayah Cheonggyecheon, dari 71,9 meter menjadi 141,9 meter.

UNESCO mengungkapkan bahwa mereka telah memulai proses pemantauan formal dan meminta pemerintah Korea Selatan memberikan informasi rinci mengenai rencana tersebut.

“UNESCO secara resmi meminta detail dari otoritas Korea untuk ditelaah oleh Pusat Warisan Dunia dan Badan Penasihat Komite Warisan Dunia—yang terdiri dari 21 negara anggota—serta untuk kemungkinan pembahasan status konservasi situs ini pada sidang Komite Warisan Dunia pada Juli 2026,” ujar juru bicara UNESCO dalam pernyataan tertulis.

UNESCO menegaskan bahwa setiap proyek baru wajib melalui heritage impact assessment atau penilaian dampak warisan untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap nilai-nilai penting yang membuat Jongmyo diakui sebagai Warisan Dunia.

“Jika dampaknya terbukti berpotensi mengancam elemen utama situs ini, Komite Warisan Dunia dapat menilai apakah Jongmyo perlu dimasukkan ke Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya,” ujarnya.

Layanan Warisan Korea secara tegas menolak perubahan batas ketinggian gedung tersebut. Mereka menyayangkan keputusan Seoul yang mengumumkan rencana pembangunan kembali tanpa mematuhi prosedur yang direkomendasikan UNESCO.

Sejak awal UNESCO telah menetapkan tidak boleh ada bangunan tinggi di sekitar Jongmyo yang dapat mengganggu lanskapnya. Mereka juga mengingatkan bahwa UNESCO telah meminta adanya Penilaian Dampak Warisan untuk proyek pembangunan kembali kawasan Sewoon.

“Kami mendesak agar batas ketinggian lama dipertahankan serta penilaian dampak segera diselesaikan dan hasilnya dijadikan acuan,” bunyi pernyataan lembaga tersebut.

Sebaliknya, pemerintah kota Seoul mengatakan pembangunan berada sekitar 180 meter dari Jongmyo. Artinya pembangunan di luar zona perlindungan 100 meter sesuai aturan lokal.

Wali Kota Oh Se-hoon menegaskan proyek tersebut tidak akan merusak nilai warisan budaya Jongmyo dan justru akan meningkatkan keanggunannya sebagai landmark bersejarah.

“Proyek Distrik Sewoon bukan sekadar pembangunan gedung tinggi. Rencana ini menciptakan koridor hijau luas dari Kuil Jongmyo hingga Toegye-ro, serta menghadirkan kawasan dinamis tempat masyarakat dapat bekerja, tinggal, dan bersantai melalui perpaduan ruang hijau dan bangunan tinggi,” kata Oh.

Dilanjutkannya, “melalui simulasi, kami memastikan koridor pandangan ke arah Jongmyo tetap terbuka dan lanskap sekitarnya terjaga walaupun ketinggian bangunan meningkat. Hasil lengkapnya akan segera kami publikasikan.”



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN