Kapal Induk AS Dikirim ke Perairan Dekat Venezuela

Salah satu kapal induk milik Amerika Serikat (AS), USS Nimitz. (Foto: US Navy/ Navy Media Content Services (NMCS)
Caracas, MISTAR.ID
Amerika Serikat (AS) mengirim kapal induk USS Gerald R Ford ke perairan dekat Venezuela. USS Gerald R Ford hadir di Laut Karibia untuk memperluas jangkauan militer AS di sekitar wilayah Venezuela.
Pengiriman kapal tersebut dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan penambahan kekuatan militer di Karibia sebagai bagian dari operasi antiperdagangan narkoba. Namun, berkembang spekulasi bahwa Washington mungkin tengah mempertimbangkan opsi intervensi terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Dilaporkan AFP pada Selasa (18/11/2025), Komando Selatan AS mengumumkan bahwa Satuan Tempur USS Gerald R Ford telah memasuki area operasionalnya.
Dilansir dari Southcom, disebutkan kapal induk ini dan satuan tempurnya telah berada di Laut Karibia, tepat di utara daratan Venezuela.
Pengerahan tersebut mengikuti instruksi Trump untuk menghancurkan organisasi kriminal transnasional dan memerangi terorisme narkotika demi keamanan nasional. Gugus tempur USS Gerald R Ford terdiri dari kapal induk termodern dan terbesar di dunia, dua kapal perusak dengan rudal berpemandu, serta berbagai kapal dan pesawat pendukung lainnya.
Mereka bergabung dengan sejumlah kapal perang AS lain yang sudah lebih dulu berada di kawasan dalam operasi bernama Operation Southern Spear.
Sejak operasi antinarkotika di Karibia dimulai pada September lalu, AS mengklaim telah menyerang 20 kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 80 orang di perairan internasional.
Namun, Washington tidak memberikan rincian yang membuktikan bahwa korban serangan itu benar-benar penyelundup narkoba. Para analis menilai tindakan tersebut sebagai pembunuhan di luar proses hukum, kendati AS bersikeras bahwa targetnya adalah kelompok penyelundup.
Di sisi lain, pemerintah Venezuela menganggap pengerahan militer AS sebagai ancaman langsung. Kehadiran kapal induk tersebut diumumkan pada hari yang sama ketika Trump secara mendadak menyatakan bahwa Maduro ingin membuka dialog dengan AS.
“Kami mungkin akan berbicara dengan Maduro, dan kita lihat saja bagaimana hasilnya,” ujar Trump di Bandara Internasional Palm Beach, Florida, pada Minggu (16/11/2025).
Namun, ia tidak merinci kapan atau di mana pembicaraan itu berpotensi digelar. (hm20)


















