Bekas Pusat Penipuan di Perbatasan Kamboja–Thailand Terbongkar, Ditemukan Bukti Scam Global

Polisi Thailand mengungkap bukti praktik penipuan (Foto: AP)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Sebuah kompleks bangunan terbengkalai di Kota O’Smach, yang terletak di sepanjang perbatasan utara Kamboja dengan Thailand, mengungkap jejak operasi penipuan internasional berskala besar. Lokasi tersebut kini berada di bawah kendali pasukan Thailand setelah mengalami kerusakan parah akibat baku tembak yang berlangsung selama beberapa pekan terakhir.
Pejabat Thailand menyebutkan bahwa area tersebut sebelumnya dikenal sebagai salah satu pusat penipuan daring terbesar di Kamboja. Fakta itu terungkap saat militer Thailand mengajak jurnalis dan pengamat internasional meninjau langsung lokasi pada Senin lalu.
Bangunan Enam Lantai Penuh Bukti Operasi Penipuan
Salah satu bangunan utama setinggi enam lantai memperlihatkan kondisi yang ditinggalkan secara tergesa-gesa. Di dalamnya ditemukan berbagai dokumen, perangkat elektronik, hingga barang pribadi, yang diduga milik para pelaku penipuan.
Letnan Jenderal Teeranan Nandhakwang, Direktur Unit Intelijen Angkatan Darat Thailand, mengatakan bahwa operasi di kompleks tersebut berjalan sangat sistematis.
“Mereka bekerja secara terstruktur, memiliki infrastruktur lengkap, sistem yang rapi, alur kerja jelas, serta beragam metode dan teknik untuk menjalankan penipuan,” ujarnya.
Ruang Kedap Suara hingga Skenario Penyamaran Aparat
Hasil penelusuran menunjukkan puluhan ruangan berisi bilik kayu berlapis busa peredam suara, monitor komputer, dudukan hard drive, serta naskah penipuan dalam berbagai bahasa. Ditemukan pula daftar nama dan nomor telepon yang diduga digunakan untuk menargetkan korban.
Yang mengejutkan, aparat menemukan replika kantor polisi dan seragam penegak hukum dari sedikitnya tujuh negara, termasuk China, Australia, India, Vietnam, Singapura, dan Brasil. Bahkan, salah satu ruangan dibuat menyerupai kantor cabang bank Vietnam, lengkap dengan meja layanan, spanduk, dan ruang tunggu.
Fasilitas tersebut diyakini digunakan untuk modus penipuan dengan menyamar sebagai pejabat resmi, guna menekan korban agar mengikuti instruksi dengan ancaman hukum atau penangkapan palsu.
Korban Global dan Dugaan Praktik Perbudakan Modern
Para ahli menilai jaringan penipuan semacam ini telah merugikan korban di berbagai negara hingga miliaran dolar. Selain itu, banyak pekerja di dalam operasi tersebut diduga direkrut secara paksa atau diperdaya, lalu dipaksa bekerja dalam kondisi menyerupai perbudakan modern.
Militer Thailand menyatakan kompleks tersebut diamankan saat bentrokan bersenjata pada Desember lalu, setelah diketahui digunakan oleh pasukan Kamboja sebagai basis militer sementara.
Kompleks Masih Diduduki Meski Ada Gencatan Senjata
Kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pada Desember mengatur pengurangan ketegangan dan penahanan posisi pasukan sesuai kondisi sebelum kesepakatan. Namun, kompleks yang berada di wilayah Kamboja tersebut hingga kini masih dikuasai oleh pasukan Thailand, sesuai dengan posisi saat gencatan senjata diberlakukan.
Penemuan ini kembali menyoroti bahaya jaringan penipuan lintas negara di Asia Tenggara, sekaligus membuka tabir bagaimana kejahatan siber terorganisir memanfaatkan fasilitas canggih dan penyamaran ekstrem untuk menjerat korban di seluruh dunia.
PREVIOUS ARTICLE
Terseret Kasus File Epstein, Bill Gates Minta Maaf



















