Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Terseret Kasus File Epstein, Bill Gates Minta Maaf

Mistar.idKamis, 5 Februari 2026 pukul 15.17 WIB
terseret_kasus_file_epstein_bill_gates_minta_maaf

Bill Gates. (Foto: Evan Agostini/Invision/AP)

news_banner

New York, MISTAR.ID

Pendiri Microsoft, Bill Gates, akhirnya menyampaikan pernyataan resmi setelah namanya kembali terseret dalam rangkaian dokumen terbaru terkait kasus Jeffrey Epstein. Dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat pekan lalu itu memuat sejumlah draf korespondensi email antara Epstein dan berbagai tokoh ternama.

Dalam draf email tersebut, Epstein melontarkan tudingan sepihak mengenai dugaan keterlibatan Gates dalam sejumlah aktivitas kontroversial. Ia mengklaim pernah membantu Gates, mulai dari penyediaan obat-obatan terlarang hingga memfasilitasi pertemuan rahasia dengan sejumlah perempuan.

Menanggapi tuduhan tersebut, Bill Gates mengaku sangat menyesali relasinya di masa lalu dengan Epstein. Dalam wawancara bersama 9News Australia yang dikutip AFP, Kamis (5/2/2026), Gates menyatakan bahwa setiap momen kebersamaannya dengan Epstein adalah kesalahan.

“Setiap menit yang saya habiskan bersamanya saya sesali, dan saya minta maaf,” ujar Gates.

Ia juga menegaskan bahwa draf email yang beredar tidak pernah dikirim dan tidak mencerminkan fakta. Gates mempertanyakan motif Epstein dalam menuliskan klaim tersebut.

“Email itu tidak pernah dikirim. Isinya tidak benar. Saya tidak tahu apa yang ada di pikirannya saat itu. Mungkin dia mencoba menyerang saya dengan cara tertentu,” tuturnya.

Pernyataan serupa disampaikan juru bicara Gates. Menurutnya, dokumen-dokumen itu justru menunjukkan kegagalan Epstein membangun hubungan jangka panjang dengan Gates.

“Satu-satunya hal yang terlihat dari dokumen ini adalah frustrasi Epstein karena tidak memiliki hubungan berkelanjutan dengan Bill Gates, serta sejauh apa ia bersedia melangkah untuk menjebak dan mencemarkan nama baiknya,” ujar juru bicara tersebut.

Awal pertemuan dengan Epstein

Gates menjelaskan bahwa ia pertama kali bertemu Epstein pada 2011 dan sempat beberapa kali makan malam dengannya dalam rentang tiga tahun. Namun, ia menegaskan tidak pernah mengunjungi pulau Karibia milik Epstein dan tidak memiliki hubungan dengan perempuan mana pun yang dikaitkan dengan kasus tersebut.

Menurut Gates, pertemuan itu berfokus pada pembahasan filantropi. Epstein disebut mengklaim memiliki akses ke jaringan orang-orang kaya yang dapat digalang untuk mendukung isu kesehatan global.

“Jika dilihat ke belakang, itu adalah jalan buntu,” kata Gates.

Dokumen Epstein sendiri tidak serta-merta menunjukkan keterlibatan kriminal pihak-pihak yang disebutkan di dalamnya. Namun, berkas tersebut membuka gambaran tentang hubungan Epstein dengan sejumlah figur publik. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN