Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

AS Pasang Alat Uji Ebola di Bandara Jelang Piala Dunia FIFA 2026

Mistar.idRabu, 3 Juni 2026 pukul 15.20 WIB
as_pasang_alat_uji_ebola_di_bandara_jelang_piala_dunia_fifa_2026

Ilustrasi. (Foto: Reuters)

news_banner

Washington, MISTAR.ID

Amerika Serikat (AS) melengkapi seluruh bandara utama dengan alat uji Ebola guna mencegah penyebaran penyakit tersebut selama penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 yang akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.

Administrator Pusat Layanan Medicare dan Medicaid AS, Mehmet Oz, mengatakan perangkat dan mekanisme pengujian telah dipasang di sejumlah bandara yang menjadi pintu masuk utama bagi para pengunjung turnamen.

"Kami dengan sengaja telah memasang alat dan mekanisme pengujian di bandara-bandara utama yang akan dilewati orang-orang," kata Oz dalam konferensi pers di Gedung Putih, Selasa.

Oz juga menyatakan keyakinannya terhadap Direktur Institut Kesehatan Nasional AS, Jay Bhattacharya, dalam upaya mencegah masuknya virus Ebola ke Amerika Serikat.

Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi pertama yang diikuti 48 tim nasional dan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Langkah pengamanan kesehatan tersebut dilakukan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 15 Mei lalu menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hingga 31 Mei mencatat 210 kasus Ebola telah terkonfirmasi di DRC dengan 17 kematian. Selain itu, sekitar 350 kasus suspek masih dalam penyelidikan dan 16 tenaga kesehatan dilaporkan terinfeksi.

Ebola merupakan penyakit yang ditularkan dari hewan liar seperti kelelawar dan primata kepada manusia. Penularan antarmanusia dapat terjadi melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, organ, atau benda yang terkontaminasi.

PBB memperkirakan tingkat kematian akibat Ebola rata-rata mencapai 50 persen, bahkan pernah menyentuh 90 persen pada sejumlah wabah sebelumnya. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN