Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Drone FPV Milik Hizbullah Bikin Ketakutan Tentara Israel

Mistar.idRabu, 3 Juni 2026 pukul 09.48 WIB
drone_fpv_milik_hizbullah_bikin_ketakutan_tentara_israel

Ilustrasi. (Foto: AFP Photo)

news_banner

Beirut, MISTAR.ID

Militer Israel (IDF) dilaporkan semakin khawatir terhadap perkembangan drone bunuh diri jenis First-Person View (FPV) milik Hizbullah yang dinilai semakin efektif menyerang pasukan di medan tempur, termasuk pada malam hari.

Media Israel Yedioth Ahronoth (Ynetnews) melaporkan drone FPV Hizbullah dalam beberapa hari terakhir berhasil menyerang sejumlah posisi pasukan Israel dan menyebabkan korban jiwa.

Serangan pertama terjadi pada Sabtu (30/5/2026) malam ketika drone FPV menghantam posisi Brigade Givati dan menewaskan Sersan Michael Tyukin. Serangan serupa kembali terjadi pada Minggu (31/5/2026) malam yang menewaskan Sersan Adam Tzarfati setelah drone menyerang posisi komando Maglan IDF.

Seorang prajurit pengintai Brigade Givati mengaku serangan drone pada malam hari merupakan hal yang tidak biasa dan belum pernah mereka hadapi sebelumnya.

Pada hari yang sama, dokter Batalyon Shaked Brigade Givati, Kapten Dr. Ori Yosef Silvester, juga dilaporkan tewas dalam serangan drone FPV pada siang hari.

Militer Israel menduga Hizbullah terus meningkatkan kemampuan drone FPV, termasuk kemungkinan penggunaan sistem termal yang memungkinkan operasi pada malam hari. Namun hingga kini, hasil penilaian IDF belum menemukan bukti pasti bahwa drone tersebut telah dilengkapi teknologi tersebut.

Menurut pejabat militer Israel, Hizbullah terus mempelajari taktik pasukan Israel dan meningkatkan akurasi serangan dari waktu ke waktu. Kondisi itu membuat IDF berupaya mengurangi posisi statis dan meningkatkan mobilitas pasukan di lapangan.

Laporan Ynetnews juga menyebut Hizbullah mengembangkan drone FPV berbasis serat optik yang terhubung langsung dengan operator melalui kabel sepanjang sekitar 10 kilometer. Teknologi tersebut membuat drone tidak bergantung pada sinyal radio sehingga lebih sulit dideteksi atau diganggu sistem peperangan elektronik.

Drone berbiaya relatif murah itu dirakit dan dimodifikasi di bengkel-bengkel di Lebanon selatan dengan tambahan kamera, roda pendaratan, serta muatan bahan peledak.

Sebagai respons, Israel memperluas penggunaan jaring pelindung, memperketat prosedur deteksi drone, serta mengurangi penggunaan alat berat yang rentan menjadi sasaran serangan drone FPV.

Pertempuran antara IDF dan Hizbullah terus berlangsung di tengah situasi yang oleh sejumlah tentara Israel disebut tidak mencerminkan kondisi gencatan senjata yang sebenarnya. Sejumlah personel yang terluka akibat serangan drone masih menjalani perawatan di Pusat Medis Rambam, Haifa. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN