Wednesday, October 28, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Usai Digerebek Kadus, Polisi Pantau Barak Narkoba di Desa Amplas

Mistar.idRabu, 28 Oktober 2026 pukul 12.47 WIB
usai_digerebek_kadus_polisi_pantau_barak_narkoba_di_desa_amplas

Kasat Narkoba bersama Kadus 3A menyambangi lokasi dan menemukan kartu domino serta plastik klip. (Foto: Dokumentasi Sat Narkoba Polrestabes Medan/Mistar)

Medan, MISTAR.ID - Setelah digerebek Kepala Dusun (Kadus) 3A, Desa Amplas, barak narkoba di lokasi tersebut disambangi Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan. Petugas kemudian menemukan jejak perjudian di barak yang baru berdiri selama sepekan tersebut.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, menjelaskan pihaknya mendatangi lokasi pada Selasa (27/10/2026) malam. Bersama Kadus 3A, Ayub Pringadi Marbun, petugas melakukan pemeriksaan kembali secara mendetail.

“Ini komitmen kita dalam memutus mata rantai peredaran narkoba. Kita ke lokasi bersama kadus dan melakukan pengecekan kembali. Lalu kita temukan aktivitas perjudian juga di lokasi ini,” ucapnya, Rabu (28/10/2026).

Dikatakannya, gubuk tersebut sebelumnya menjadi tempat berkumpul ibu-ibu di sekitar lokasi. Namun, dalam beberapa hari terakhir, tempat tersebut disalahgunakan oleh para pengguna sebagai lokasi transaksi dan konsumsi narkoba hingga perjudian.

“Di lokasi kami temukan plastik klip dan jejak perjudian berupa kartu domino. Kami sedang mengejar pelaku-pelaku yang kabur, dan kami pastikan akan kami ringkus,” ungkap Rafli.

Rafli menambahkan, aksi para pengguna tersebut diduga bertujuan menjadikan lokasi itu sebagai sarang narkoba baru. Pasalnya, sejumlah lokasi narkoba di kawasan Jermal sebelumnya telah menjadi sasaran penggerebekan secara intensif.

“Para pelaku kami duga ingin mencari tempat baru karena penindakan yang dilakukan di kawasan Jermal begitu masif,” tuturnya.

Satres Narkoba Polrestabes Medan pun memastikan kawasan tersebut akan dijadikan salah satu lokasi pemantauan. Jika kembali menemukan aktivitas serupa, pihaknya akan melakukan penggerebekan dan menangkap pengguna maupun pengedarnya.

“Kita mengapresiasi kadus dan berharap masyarakat sekitar juga memiliki kepedulian yang sama. Memutus mata rantai narkoba harus dilakukan semua pihak, termasuk masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, seorang kepala dusun di Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, viral di media sosial. Pria yang mengenakan pakaian dinas harian berwarna cokelat itu terlihat mengobrak-abrik salah satu lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi dan konsumsi narkoba. Bahkan, ia juga membakar salah satu barak di lokasi tersebut. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN