Modus Mengantar Penumpang, Wanita 51 Tahun Menjambret Kalung di Kualanamu

Qween dan SJ sepakat berdamai di Bandara Kualanamu. (foto: Dok Avsec/Mistar)
Deli Serdang, MISTAR.ID - Petugas keamanan Bandara Internasional Kualanamu (Avsec) mengamankan seorang wanita berinisial SJ, 51 tahun, warga Jalan Binjai Km 17, setelah menjambret kalung emas milik Qween Gultom, Selasa (25/8/2026).
Peristiwa bermula ketika Qween, warga Jalan Karya Murni, Kelurahan Gedung Johor, Medan, bersama ibunya, Aristya Grace Novanda, datang ke bandara untuk mengantar ayahnya yang hendak bepergian menggunakan pesawat.
Saat hendak pulang melalui eskalator menuju gedung Railink, SJ berpura-pura hendak mendahului Qween. Ketika berada di dekatnya, SJ kemudian menarik kalung emas dari leher Qween.
Qween yang merasa kesakitan langsung menangis dan memberitahu ibunya bahwa kalungnya ditarik wanita tersebut.
Aristya kemudian mengejar SJ dan melaporkan kejadian itu kepada petugas keamanan bandara.
Petugas Avsec bergerak dan berhasil mengamankan SJ. Kalung milik Qween kemudian ditemukan disembunyikan di dalam tasnya.
Dalam pemeriksaan, petugas juga menemukan uang tunai Rp675 ribu, sebuah kacamata, satu botol air mineral, dan dua lembar tisu di dalam tas SJ.
Namun, Qween memilih tidak melanjutkan laporan ke polisi dan bersedia berdamai. Ia meminta SJ menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengganti kerugian karena kalungnya mengalami kerusakan.
SJ yang sempat memohon agar tidak diserahkan kepada polisi kemudian meminta maaf dan membayar ganti rugi. Setelah tercapai kesepakatan damai, SJ dipulangkan dengan membuat perjanjian.
“Pelaku ini berpura-pura menjadi pengunjung atau pengantar penumpang di Bandara Kualanamu,” kata salah seorang petugas Avsec, Rabu (26/8/2026).
Kanit Reskrim Polsek Bandara Kualanamu Ipda Evin Simanjuntak belum memberikan komentar terkait aksi jambret tersebut.
Berdasarkan data yang diperoleh, kasus pencurian sebelumnya juga pernah terjadi di area terminal penumpang Bandara Kualanamu. Saat itu, seorang calon penumpang yang sedang mengantre di area check-in kehilangan telepon genggam dan dompet.
Tas calon penumpang tersebut disayat menggunakan pisau. Aksi pencurian di tengah keramaian tersebut dilakukan dengan memanfaatkan kelengahan pengunjung. (*)























