Ratusan Orang Hilang Usai Banjir Bandang Nepal-Tibet, 291 di Antaranya Turis Asing

Kondisi banjir bandang di Nepal, Rabu, 26 Agustus 2026. (foto: AFP/Getty Images via BBC)
Kathmandu, MISTAR.ID - Ratusan orang dilaporkan hilang setelah banjir bandang mematikan menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet, China, Rabu (26/8/2026). Dari jumlah tersebut, sedikitnya 291 merupakan wisatawan asing.
Dilansir dari BBC, hingga perkembangan terbaru sedikitnya 31 orang dilaporkan tewas akibat bencana yang menghantam wilayah pegunungan Nepal tersebut.
Nepal Tourism Board mencatat sebanyak 384 wisatawan dan pelancong belum dapat dihubungi. Mereka terdiri dari 291 warga negara asing dan 93 warga Nepal.
Namun, pihak berwenang menegaskan mereka yang belum dapat dihubungi belum tentu menjadi korban banjir. Rusaknya jaringan komunikasi dan akses jalan di kawasan terdampak membuat proses pendataan dan pencarian masih berlangsung.
Di antara wisatawan asing tersebut terdapat sedikitnya 105 warga India, 17 Malaysia, 12 Inggris, empat Afrika Selatan, tiga Amerika Serikat, serta masing-masing satu warga Australia dan Belanda. Kewarganegaraan sebagian lainnya masih dalam proses verifikasi.
Banjir menerjang kawasan Distrik Rasuwa, sekitar 120 kilometer sebelah utara Kathmandu, dan menyebabkan kerusakan berat di sepanjang Sungai Bhote Koshi.
Arus deras bercampur lumpur, bebatuan dan puing menghantam permukiman serta merusak jalan, jembatan dan berbagai fasilitas di sekitar jalur perbatasan Nepal-China.
Tim penyelamat dari tentara dan kepolisian Nepal dikerahkan ke wilayah terdampak. Sedikitnya 88 orang dilaporkan telah berhasil diselamatkan.
Operasi pencarian menghadapi kendala akibat sejumlah jalan terputus, kondisi sungai yang masih berbahaya serta medan pegunungan yang sulit dijangkau.
Penyebab pasti banjir bandang masih diselidiki. Informasi awal dari pemerintah Nepal menyebut gempa yang terjadi pada pagi hari kemungkinan memicu longsoran atau runtuhan es di kawasan pegunungan.
Material longsoran diduga sempat membendung aliran sungai sebelum akhirnya jebol dan mengirim gelombang besar ke wilayah yang berada di hilir.
Namun, pemerintah Nepal menegaskan dugaan tersebut masih dalam proses verifikasi dan belum menjadi kesimpulan akhir mengenai penyebab bencana.
Banjir juga berdampak pada wilayah Tibet di sisi China. Operasi pencarian dan penyelamatan dilakukan di kedua sisi perbatasan, sementara Nepal meminta bantuan kepada negara-negara tetangganya untuk menangani dampak bencana.
Jumlah korban maupun orang yang belum ditemukan masih dapat berubah seiring berlanjutnya proses pencarian dan pendataan. (*)






















