Netanyahu Pede AS Gagal Deal dengan Iran, Sambil Nitip Pesan ke Trump: Jangan Negosiasi!

PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Amerika Serikat tidak mungkin mencapai kesepakatan diplomatik dengan Iran. (Foto: AFP)
Tel Aviv, MISTAR.ID (26/8/2026) – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali melontarkan pernyataan keras terhadap Iran. Ia menilai Amerika Serikat tidak akan mungkin mencapai kesepakatan diplomatik dengan pemerintah Teheran yang disebutnya "biadab".
Pernyataan itu disampaikan Netanyahu dalam sebuah acara di permukiman Israel di Tepi Barat, Selasa (25/8/2026) malam.
Netanyahu mengaku sempat membahas kemungkinan diplomasi dengan Iran saat bertemu Presiden AS Donald Trump. Namun ia mengaku ragu kesepakatan bisa tercapai.
"Saya katakan kepada Anda, kesepakatan tidak dapat dicapai dengan kelompok yang ada di sana, dengan orang-orang biadab itu," ujar Netanyahu.
Di sisi lain, ia justru memuji langkah Trump yang kembali menekan Iran secara ekonomi di tengah upaya perundingan untuk mengakhiri perang.
Sikap skeptis Netanyahu terhadap diplomasi dengan Iran bukan hal baru. Ia pernah secara terbuka menentang kesepakatan nuklir 2015 yang dirundingkan Presiden AS Barack Obama.
Kini, ketika Trump berupaya menarik Iran ke meja perundingan karena tekanan domestik dan internasional, Netanyahu memilih berhati-hati agar tidak mengkritik Trump secara langsung.
Padahal, perang antara AS-Israel dengan Iran yang dipicu serangan gabungan pada Februari lalu justru berlangsung lebih lama dari perkiraan awal Trump. Trump sebelumnya menargetkan perang selesai dalam 6 sampai 8 pekan.
Laporan menyebut Israel kerap melancarkan tindakan provokatif yang berpotensi mengganggu proses perundingan AS dan Iran. Hal itu dikabarkan membuat Trump frustrasi dan hubungan kedua pemimpin merenggang.
Di tengah seruan dunia agar perang dihentikan, Netanyahu justru terlihat enggan menghentikan konflik dengan Iran. (CNN/hm02)






















