Kader IPK Dibacok OTK di Belawan, ALO Serukan Menahan Diri dan Tempuh Jalur Hukum

Ilustrasi. (foto:gemini/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Seorang anggota organisasi masyarakat (ormas) Ikatan Pemuda Karya (IPK) mengalami luka serius di bagian kepala setelah dibacok puluhan orang tak dikenal (OTK) di kawasan Kampung Salam, tepatnya di depan Belawan Indah (BI), Jumat (19/6/2026) siang. Kejadian tersebut sontak memicu reaksi cepat dari berbagai organisasi yang tergabung dalam Aliansi Lintas Organisasi (ALO) Kecamatan Medan Belawan.
Dari informasi yang diperoleh, informasi awal kejadian yang beredar di internal grup komunikasi organisasi menyebutkan bahwa korban, Yudhi (50), warga Belawan, merupakan kader IPK yang mengalami luka akibat senjata tajam. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti pelaku, motif aksi kekerasan tersebut, maupun kronologi kejadiannya karena korban masih dalam perawatan medis.
Menanggapi kejadian ini, sejumlah anggota organisasi sempat menyuarakan desakan agar dilakukan langkah tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab. Bahkan, muncul dorongan untuk menghadirkan ketua organisasi terkait guna mempertanggungjawabkan insiden tersebut.
Baca Juga: Tawuran Bersenjata Tajam Kian Meresahkan, Warga Desa Manunggal Minta Polisi Bertindak Tegas
Namun demikian, Ketua Aliansi Lintas Organisasi (ALO) Belawan, Benny Silitonga, mengimbau seluruh pihak untuk tetap menahan diri dan tidak terpancing emosi.
“Kami turut prihatin atas kejadian yang menimpa saudara kita dari IPK. Kami mengimbau kepada seluruh organisasi agar tidak bertindak di luar kendali dan tetap menjaga kondusivitas. Mari kita selesaikan persoalan ini melalui jalur hukum,” ujar Benny.
Ia juga mengajak seluruh pimpinan organisasi yang tergabung dalam ALO, seperti IPK, GM FKPPI, GRIB Jaya, LAAB, dan FORMABEM, untuk segera berkumpul di Sekretariat ALO guna membahas langkah bersama.
“Rencana kita adalah melakukan pendampingan terhadap korban, termasuk visum, serta membuat laporan resmi ke Polres Pelabuhan Belawan. Ini penting agar kasus ini ditangani secara profesional dan transparan,” tambahnya.
Senada dengan itu, Sekretaris ALO, Basari, menegaskan bahwa kehadiran organisasi di tengah masyarakat harus mampu menjaga stabilitas, bukan justru memperkeruh keadaan.
“Kita harus hadir untuk menciptakan ketenangan. Jangan mudah terpancing. Kita gunakan jalur hukum sebagai solusi terbaik,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Bidang Hukum (Bidkum) PAC IPK Belawan, Bayu, menyampaikan kekecewaan dan keprihatinan atas kejadian tersebut. Ia meminta perhatian serius dari para pembina dan tokoh organisasi agar insiden serupa tidak terulang.
“Kami berharap para ketua organisasi dan pembina dapat segera mengambil langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa. Kader kami bukan untuk diperlakukan semena-mena. Namun kami tetap menghormati proses hukum dan menunggu itikad baik semua pihak,” tegasnya.
Saat ini, kondisi korban sedang dalam penanganan medis di RS Eshmun dan direncanakan akan segera menjalani visum sebagai bagian dari proses hukum. (hm27)
BERITA TERPOPULER
























